Warga Tuduh Home Stay Penyebab Matinya Air Pada Dua RW

0
94
Saat warga melihat kran air yang mati

KABUPATEN MALANG  |  Sudah hampir dua bulan terakhir warga Desa Gubuk Klakah kecamatan Poncokusumo, kabupaten Malang, mengeluhkan kesulitan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. “Sudah hampir dua bulan ini air yang ada di wilayah Rw 02, terutama yang bagian belakang mati,” terang, Suwartono, ketua RT 01 RW 02.

Pada awak media, Suwartono, menjelaskan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka membeli, kalau gak punya uang mereka mengambil atau miinta pada tetangga yang airnya mengalir.

Sebetulnya HIPAM yang ada di desa Gubuk Klakah sudah puluhan tahun dikellola, namun hingga saat ini pengelolanya masih belum bisa mengatur aliran air pada setiap warga yang membutuhkan.

“Memang sambungan rumah dari jalur itu tidak memakai meteran, padahal kalau ada bisa membatasi kebutuhan,” kata Suwartono.

Bahkan penyebab utama, lanjut Suwartono, matinya air pada dua RW yang ada pada bagian bawah, overloudnya pemakaian air para pemilik homestay. Karena para pemilik homestay menggunakan pompa untuk menyedot air, guna memenuhi kebutuhan sehari- hari para pengelola homestay. “Sehingga yang bawah tidak kebagian air, karena airnya disedot pakai pompa oleh para pemilik homestay,”ujar, Suwartono.

Secara terpisah, Landung Sugiono, warga Rt 01 Rw 01 menungkapkan, dirinya guna memenuhi kebutuhan air selama ini harus mengambil air sejauh satu kilometer. Namun jika memiliki uang dirinya membeli, pada pedagang air sebanyak 4 drum dengan nilai 100 ribu. “Selama mati saya ambil air sejauh kurang lebih satu kilometer,” ujarnya.

Dengan matinya air itu warga sudah laporkan hal itu pada desa, namun hingga saat ini masih belum ada tanggapan yang serius dari desa. Hal itu terbukti hingga saat ini belum ada pembenahan, oleh pengurus HIPAM yang ada dibawah naungan desa. Padahal hal ini sudah terjadi sejak lama, nampaknya terjadi pembiaran yang dilakukan oleh pengurus.”Sebetulnya kejadian ini sudah sejak setahun ini, namun dulunya hanya selama satu sampai dua minggu namun ini sudah dua bulan belum mengalir sama sekali,” tegas, Landung.(*)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here