Dua Kecamatan Kesulitan Air Bersih, Ajukan Distribusi

0
106
Warga antri drooping air bersih

KABUPATEN MALANG  |   Musim kemarau cukup panjang menyebabkan dua kecamatan di Kabupaten Malang, alami kesulitan air bersih dan minta drooping ke BPBD, hal itu seperti diungkapkan, Bambang Istiawan, Kepala Badan Penangulanggan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Malang, Jumat (5/10).

Pada awak media, Bambang, menjelaskan saat ini ada dua kecamatan yang mengajukan permintaan drooping air bersih ke BPBD, namun semuanya berada di wilayah utara.”Sementara ini baru dua yang mengajukan permintaan bantuan air bersih, kecamatan Jabung dan Singosari,” terangnya.

Drooping air bersih yang dilakukan BPBD sudah sejak pertengahan bulan Oktober yang lalu, di kecamatan Jabung pada dua desa yaitu Desa Jabung dan Kemiri. Drooping air bersih ke Jabung sudah kami lakukan sebanyak tuju kali mulai bulan kemarin.

Drooping yang kami.lakukan setiap dua hari sekali, dengan kapasitas tangki 5 ribu liter dan sebanyak tiga kali pengiriman,” kata, Bambang.

Drooping itu untuk memenuhi kebutuhan air bersih pada 1.582 kk dari 7 dusun di dua desa yaitu Jabung dan Kemiri yang mengalami kesulitan air. Sedangkan untuk kecamatan Singosari yang mengajukan permintaan air bersih adalah Dusun Blendit Barat, Desa Wonorejo yang terdiri dari 170 KK.

Mantan Kasatpol PP, itu juga menjelaskan pada musim kemarau tahun ini, berdasarkan data sementara tidak banyak wilayah di Kabupaten Malang yang mengalami kesulitan air. Kalau tahun lalu hampir semua wilayah di Malang Selatan mengalami kesulitan air, hal itu dikarenakan sejumlah wilayah di daerah Malang Selatan, seperti Kecamatan Donomulyo saluran air bersih dari PDAM sudah bisa dinikmati warga. “Selain PDAM sudah mulai masuk, disana juga sudah terjadi hujan,sehinga kekeringan memang tidak separah tahun lalu,” ungkapnya.

Meski diperkirakan kekeringan tidak berlangsung lama, BPBD Kabupaten Malang tetap melakukan antisipasi jika terjadi kesulitan air bersih pada kecamatan lainnya. “InsyaAllah, kalau untuk Kab Malang, kita bisa mengatasi, namun kalau memang kondisinya parah, kita akan berkoordinasi dengan instansi lain, seperti PDAM maupun Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya,” tegas, Bambang.(*)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here