Masih Ada Wilayah di Donggala Belum Tersentuh Bantuan

0
76

KABUPATEN MALANG  |  Hampir sebulan terjadinya gempa bumi berkekuatan 7,2 SR yang diserta Tsunami di Provinsi Sulawesi Tengah, pasca kejadian tersebut banyak wilayah yang terdampak. Bahkan sampai saat ini masih ada dua kecamatan di Kabupaten Donggala Sulteng, yang belum menerima bantuan. Hal tersebut diungkapkan Pendamping Relawan PMI di Kecamatan Sirenja, Kab Donggala, Amirul Yasin, Kamis (25/10).

Berdasarkan keterangan Yasin, yang juga merupakan Kepala Seksi Pelayanan PMI kabupaten Malang, menjelaskan sebenarnya masih 3 kecamatan yang belum tersentuh bantuan, namun satu kecamatan hari ini (Kamis,25/10) sudah mulai menerima bantuan. “Untuk dua kecamatan yang belum yaitu kecamatan Dampelas dan Sojol, informasinya bantuan memang belum bisa masuk secara maksimal. Kalau untuk Kecamatan Balesang Tanjung, hari ini bantuan sudah mulai masuk,” terangnya.

“Namun demikian pihaknya akan berusaha meski terkendala sarana dan prasarana serta peraonil yang terbatas,” kata Yasin.

Saat ini kondisi para pengungsi, lanjut Yasin, terdampak gempa bumi dan tsunami di Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulteng, banyak yang memprihatinkan. Kebanyakan mereka masih mengalami trauma, sehinga memilih tidur di luar rumah dengan terpal seadanya.

“Hampir semua warga Sirenja mengalami trauma psikis, sehingga mereka takut kembali ke rumahnya dan memilih tidur ditenda-tenda. Sehingga selain logistik makanan yang menjadi kebutuhan pokok, kebutuhan akan tenda dan peralatan tidur disini sangat tinggi, karena memang itu yang dibutuhkan masyarakat,” ungkapnya.

Melihat kondisi yang ada PMI Pusat telah mendirikan rumah sakit lapangan untuk merawat pasien terdampak bencana. “Kesehatan masyarakat secara umum baik-baik, belum ada penyakit seperti gatal atau diare paska gempa. Kalau untuk yang luka akibat terkena runtuhan bangunan, sudah dirawat di rumah sakit lapangan yang didirikan PMI Pusat di Kecamatan Sirenja,” bebernya.

Guna membantu para korban di Kab Donggala, Sulteng, PMI Kab Malang telah memberangkatkan sepuluh relawan untuk melakukan tugas kemanusiaan selama 15 hari pada Sabtu (21/10). Sepuluh personil relawan yang diberangkatkan dari Lanud Abd.Saleh terbagi dalam dua tim Shelter dan WASH (Water Sanitation and Hygiene).

Kondisi pengungsi dan penangan yang dilakukan PMI

“Saat ini selain melakukan distribusi air bersih, teman-teman dari PMI Kab Malang telah membangun tiga unit rumah semi permanen atau rumah tumbu. Mereka juga ada yang melakukan pendampingan atau trauma healing kepada masyarakat terdampak, dan alhamdulillah sambutan masyarakat sini bagus sekali,” tegas Yasin.(*)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here