DPUBM Lakukan Tukar Guling Jalibar

0
137
Ir. Romdhoni, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang

KABUPATEN MALANG  |  Sejak terbangunnya Jalan Lingkar Barat (Jalibar) pada tahun 2008 lalu, kemacetan yang terjadi didalam kota kepanjen, kabupaten Malang jauh berkurang. Seiring dengan semakin banyaknya kendaraan besar lewat Jalibar, maka perlu adanya perubahan status ada Jalibar. Hal itu seperti yang diutarakan Ir. Romdhoni, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang, Jumat (26/10).

Pada awak media, Romdhoni, menjelaskan bahwa pihak PUBM telah mengajukan pada Pemerintah Pusat, untuk dilakukan tukar guling status antara Jalibar dengan sepanjang Jalan A. Yani mulai dari pintu masuk Jalibar desa Ngadilangkung hingga perempatan Kepanjen. “Kalau panjang jalan Jalibar sekitar 5 km dengan ruas 26 meter,” terangnya.

Tukar guling tersebut atas dasar rekomendasi pemerintah pusat pada seluruh daerah di Indonesia, agar mengusulkan perubahan status bagi jalan yang ada diwilayahnya. Terkait itu maka PUBM mengusulkan tukar guling status, karena pertimbangan biaya perawatan yang jauh lebih tinggi jika alami berubahan status.

“Apalagi sekarang ini kendaraan besar sudah tidak lagi masuk tengah kota, tapi lebih memilih lewat Jalibar,” kata Romdhoni.

Jalan kalau statusnya, lanjut Romdhoni, Nasional maka perawatannya jauh lebih tinggi, karena kondisi jalanya harus baik dan kuat. Karena yang melintas disitu tidak hanya kendaraan kecil, namun kendaraan bersumbu dobel juga lewat disitu. “Jika memang nanti disetujui Pemkab Malang bisa meningkatkan jalan lain sebagai jalan kolektor,” urainya.

Bahkan yang di usulkan perubahan status tidak hanya Jalibar saja, ada beberapa jalur lain yang diusulkan dari jalan kolektor (kabupaten) untuk berubah status jadi jalan Propinsi dan jalan Nasional. Karena pada wilayah kabupaten Malang ada lima program nasional maka jalan yang ada harus menyesuaikan seperti KEK, Tol, Abd. Saleh, TNBTS dan JlS.

Maka dengan adanya beberapa kawasan strategis jalan yang ada wilayah kabupaten Malang, perlu adanya peningkatan status sebagai pendukung koneksitas pada setiap program nasional yang adac tersebut. “Karena dengan adanya peningkatan status pada ruas jalan tersebut, dapat memperlancar arus lalulintas yang ada nantinya,” ujar Romdhoni.

Perlu diketahui ruas jalan yang diusulkan oleh PUBM untuk berubah status, seperti jalur Mangliawan-Tumpang, Tumpang-Ngadas jadi Nasional, exsit tol Sekarpuro-Asrikaton jadi Nasional, Jalur Kepanjen- Pagak, Sumber Manjing Kulon-‘Donomulyo, Tlogowaru- Bululawang, Karangploso- Batu menjadi jalan Nasional. Saat ini jalur yang diusulkan tersebut merupakan jalan kabupaten Malang.(*)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here