Jajaran Satreskoba Polres Malang Bekuk Guru Nyabu

0
116
AKBP.Yade Setiawan Ujung, SH, S.I.K, M.Si, Kapolres Malang saat rilis tresangka

KABUPATEN MALANG  |  Guru merupakan status yang sangat terpuji, setiap tingkah lakunya menjadi panutan. Namun hal itu tidak berlaku bagi Basyuni (33) yang mengajar pada salah satu SDN yang ada di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Malang, terpaksa harus membekuk dirinya karena kedapatan membawa Narkotika jenis Sabu.

Dihadapan awak media, pria yang mengaku sudah menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) selama 11 tahun, mengaku mengunakan sabu-sabu untuk menambah stamina saat bekerja. “Saya sudah 11 tahun bekerja. Pokoknya saya kerja di UPT Dindik Kabupaten Malang. Sabu tersebut saya beli untuk saya pakai sendiri. Buat kerja,” terang, Basyuni, Jumat (26/10) usai rilis kasusnya.

Bahkan dihadapan awak media Basyuni mengaku dapat Sabu dari temannya yang ada di LP Madiun, dengan harga Rp 900 ribu setiap 0,5 gram. ” jumlah itu saya konsumsi selama 3 hari sudah habis,” kata, Basyuni.

Barang itu, lanjutnya, hanya dikonsumsi sendiri dan tidak dijual, karena sudah dua tahun mengkonsumsi sabu sebagai penambah stamina dalam bekerja. “Saya tak pernah jual belikan sabu, saya beli unyuk dipakai sendiri,”paparnya.

Sementara itu menurut, AKBP.Yade Setiawan Ujung, SH, S.I.K, M.Si, Kapolres Malang menerangkan bahwa Basyuni dibekuk di sebuah warung kopi yang tidak jauh dari rumahnya. Saat ditangkap, petugas mendapatkan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 0.61 gram.

“Tersangka mengaku sebagi pengguna atau pemakai barang haram ini. Ia memakai narkotika jenis sabu-sabu ini sudah 2 tahun dan mengaku mendapatkan sabu dari temanya yang mendekam di Lapas Madiun. Tapi setelah kita cek, napi tersebut sudah pindah di Lapas Bojonegoro. Namun untuk kebenarannya masih dalam penyelidikan,” terang Yade.

Berdasarkan keterangan tersangka, menurut Kapolres, pelaku mengenal napi dalam lapas yang memasok narkoba dari seorang temanya bernama Mamat.

“Kami masih terus menelusurinya. Tersangka kami jerat denan pasal 112 karena memiliki narkotika jenis sabu-sabu,” pungkas Kapolres Malang.

Secara terpisah Kepala Dinas Pendidikan Kab Malang, Moch.Hidayat mengakui bahwa Basyuni adalah guru berstatus ASN di sebuah SDN di Kepanjen. “Dia guru kelas di sebuah SDN di Kepanjen, yang bersangkutan memang saat ini sedang terjerat kasus penyalahgunaan narkoba, maka dia harus mempertanggung jawabkan perbuatanya,” ujar Hidayat.

Terkait status Basyuni sebagai ASN dan telah dianggap mencoreng korps abdi negara karena menyalah gunakan narkotika, Hidayat mengaku sudah melaporkannya kepada pihak Inspektorat dan BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Kab Malang. “Sudah saya laporkan ke Inspektorat dan BKD,” tandas Hidayat pendek.(*)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here