Mantan Anggota Fraksi Hanura : Ya’qud Ananda Gubdan Tidak Pernah Terima Uang Pokir

0
129

SIDOARJO  |  Sidang Kasus Dugaan Suap APBD Perubahan Kota Malang Tahun 2015 kembali digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya, pada Rabu (31/10). Sebanyak 17 saksi dihadirkan dalam persidangan tersebut.

Salah satu saksi mantan anggota Fraksi Hanura yang cukup mendapat perhatian, PKS, Afdhal Fauza. Dalam kesaksiannya di depan majelis hakim, Afdhal menegaskan jika mantan anggota DPRD Kota Malang, Ya’qud Ananda Gudban tidak pernah menerima uang Pokir APBD – Perubahan Tahun 2015 senilai Rp 12,5 juta.

“Bu Nanda tidak pernah menerima uang tersebut,” kata Afdhal.

Dari Fraksi Hanura – PKS, menerangkan bahwa, Ya’qud Ananda Gudban tidak menerima uang tersebut dan jatah uang tersebut ia terima sendiri. “Saya tidak pernah melaporkan ada uang Pokir ke Bu Nanda baik sebelum menerima ataupun sesudah menerima,” ujarnya.

Jaksa Penuntut Umum tidak tinggal diam mendengar jawaban itu, lalu bertanya kepada Afdhal kenapa tidak melaporkan kepada Ya’qud Ananda Gudban. Dengan serta merta, Afdhal menjawab dia takut melaporka hal tersebut karena Ya’qud Ananda Gudban dikenal tidak pernah menerima uang diluar hak sebagai anggota dewan.

“Karena semenjak saya dilantik menjadi anggota dewan, Bu Nanda pernah kumpulkan saya dan semua anggota fraksi Hanura – PKS dan mengingatkan kita agar jangan pernah main-main atau terima uang selain gaji,” bebernya.

Secara terpisah, Penasehat Hukum Ya’qud Ananda Gubdan, Patra M Zein, mengatakan jika dari semua kesaksian di persidangan tidak pernah ada saksi yang menyebut jika kliennya menerima uang Pokir.

“Dalam dakwaan sudah jelas pasal yang di dakwakan kepada Nanda, tapi nyatanya tidak ada saksi yang membenarkan dakwaan itu. Artinya Nanda tidak pernah terima uang itu,” ujar Patra.

Dikatakan pula, berdasar kesaksian dari beberapa saksi termasuk Afdhal Fauza, nampak jelas jika Nanda Gudban tidak mengetahui, tidak terlibat dan tidak menerima uang pokir sebagaimana dalam dakwaan.

“Nanda tidak pernah terlibat, tidak pernah tahu menahu dan tidak pernah menerima uang Pokir, saksi sudah menguatkan itu,” tukas Patra.(*)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here