Mewujudkan Indonesia Bebas Riba, Ini Programnya

3
491
Senior Associate Maxwin Organization Agung Riyadi (Tengah)

KOTA MALANG    |  Sistem ekonomi di dunia tidak bisa lepas dari praktek riba. Ketika seseorang membutuhkan dana langkah yang bisa diambil adalah mengajukan pinjaman ke perbankan dimana pada prosesnya tentu saja akan membutuhkan jaminan dan akan dikenakan bunga bagi peminjamnya.

Pengetahuan masyarakat tentang praktek riba sendiri masih rendah baik terhadap hukum dasar, jenis riba dan dampak buruknya sehingga tak jarang karena minimnya pengetahuan tersebut praktek riba masih banyak terjadi.

“Saya meyakini bahwa seluruh agama di Indonesia, tidak terlepas dari Kristen, Katolik, Hindu, Budha bahkan Islam sekalipun melarang adanya praktek riba. Hanya saja di dalam agama memaparkan bahaya riba dari sisi moralnya saja, tanpa menyertakan pemecahan masalah.” tutur Senior Associate Maxwin Organization, Agung Riyadi di Malang, Kamis (8/11/2018).

Riba sendiri adalah penetapan bunga atau melebihkan jumlah pinjaman saat mengembalikan berdasarkam presentase tertentu dari jumlah pinjaman pokok yang dibebankan kepada peminjam.

Agung Riyadi menilai riba tidak hanya melemahkan posisi orang-orang miskin, tetapi praktik ini juga akan menciptakan ruang hilangnya keseimbangan tata kehidupan sosial ekonomi kemasyarakatan.

Melalui Maxwin Organization, sebuah organisasi yang berafiliasi dengan BeliBisnis.com Group yang merupakan Investment Compani di Indonesia menawarkan konsep revolusioner untuk mewujudkan Indonesia bebas riba.

Konsep revolusioner yang di gagas oleh Maxwin Organization ini bertujuan untuk mengganti bisnis perbankan yang selama ini tidak bisa terlepas dari sistem riba menjadi bisnis yang bebas riba.

“Tentunya untuk mewujudkan Indonesia bebas riba tidaklah mudah, namun saya yakin dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, Maxwin Organization dapat menghentikan praktik riba dan menggantinya dengan sistem yang dapat meningkatkan kemakmuran rakyat indonesia.” ujar Agung Riyadi.

Salah satu solusi yang ditawarkan oleh Maxwin Organization adalah dengan mengakuisisi dan membantu pendanaan perusahaan-perusahaan yang di nilai ‘sakit’.

“tentu saja tidak semua perusahaan yang ‘sakit’ kami Acc, perusahaan harus mengisi form pengajuan dengan dilengkapi legalitas perusahaan, selanjut kami akan menilai dan mempertimbangkan layak dan tidaknya perusahaan tersebut untuk dikucurkan dana.” paparnya.

Kendati demikian Maxwin Organization tengah melirik seluruh Bank Perkreditan Rakyat/Syariah (BPR/BPRS) dan semua sektor industri di Indonesia.

Lantas, bagaimana syarat dan pendanaannya? Agung Riyadi mengatakan, selain dana yang tidak terbatas, pihaknya juga menekankan beberpa bentuk upaya yang menggandeng usaha yang terkendala modal. Pertama yang dijaminkan kepada pengusaha adalah, membebaskan segala utang bank, profit diambil dalam setahun kedepan (dalam satu tahun), sharing profit, dan membesarkan bisnis tanpa utang bank hingga menjadi perusahaan go public.

Senior Associate Maxwin Organization Agung Riyadi

Bahkan, lanjut Agung Riyadi, konsep pembebasan riba ini tidak tergantung platform pembiayayan atau patokan dana tanpa batasan maksimal. Dana tanpa batas yang digerojok tersebut akan dimasukkan melalui BPR/BPRS yang selanjutnya di transfer untuk dimasukkan kepungusaha-pengusaha.

Maxwin Organization saat ini sudah meng handle sebanyak 13 perusahaan yang tersebar di seluruh Indonesia, “Perusahaan yang kami handle terbanyak ada di Jawa Timur.” katanya.

“Tantangan selama ini bagi kami adalah merubah pola pikir pengusaha di Indonesia, seperti yang kita tahu kebanyakan pengusaha di indonesia punya prinsip bahwa perusahaannya hanya boleh dimiliki oleh anak cucunya saja, tidak boleh dimiliki oleh orang lain. Sedangkan konsep atau kebijakan yang kami tawarkan adalah sharing profit atau bagi hasil, ini yang masih menjadi pro dan kontra di masyarakat. ” paparnya.(Fariz)

- Advertisement -

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here