Kabupaten Malang Darurat Stunting

0
196
Kusmantoro Widodo, Ketua Komisi 2 DPRD Kab Malang

KABUPATEN MALANG  |  Berdasarkan data yang dilaporkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten Malang, pada Plt. Bupati bahwa diwilayah kabupaten Malang terdapat 30.000 anak yang terlahir Stunting. Jumlah tersebut seperti yang disampaikan oleh, Drs. H.M. Sanusi MM, plt. Bupati Malang saat rapat Paripurna Istimewa PAW, Rabu (21/11)

Berdasarkan pengakuan, Sanusi, bahwa dirinya baru saja melakukan pertemuan dengan 39, Puskesmas yang ada di kabupaten Malang. Berdasarkan laporan dari para Kepala Puskesmas, diwilayah kabupaten Malang masih ada 30.000 ribu anak yang alami gangguan pertumbuhan. Karena saat dalam kandungan mengalami maal nutrisi, sehingga saat lahir bisa terlahir cacat.

Pernyataan Plt. Bupati tersebut cukup mengagetkan seluruh anggota DPRD, yang sedang mengikuti rapat paripurna istimewa Pergantian Antar Waktu (PAW) dua anggota DPRD dari Fraksi Golkar. Karena berdasarkan data tahun 2017 kasus stunting, sudah tidak ada bayi yang terlahir stunting.

“Karena sudah teratasi dengan program Kontra War yang dilakukan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana,” kata, Kusmantoro Widodo, ketua Komisi 2 DPRD kabupaten Malang.

Jika memang pernyataan, lanjut Kusmantoro, pak Sanusi benar berarti kabupaten Malang Darurat Stunting. Namun demikian pihak komisi 2 akan melakukan klarifikasi pada Dinkes, untuk mempertanyakan kebenaran pernyataan yang disampaikan oleh Pak Sanusi. “Pernyataan plt. Bupati itu bersifat resmi karena disampaikan pada forum Paripurna,” urainya.

Karena angka 30.000 itu tidak sedikit, kalau dihitung pada setiap desa rata-rata terdapat 80 kasus. Jika benar demikian maka hal ini,bukan masalah sepele dan tidak main-main. Karena dengan masih banyaknya jumlah Stunting berbading terbalik dengan klaim keberhasilan penurunan angka kemiskinan. “Hal ini merupakan masalah serius yang harus ditangani bersama,” tegas, Kusmantoro.(*)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here