Tolak Bencana, Warga Desa Bugeman Situbondo Gelar Ritual Ojhung

0
77

SITUBONDO  |  Warga Desa Bugeman, Kecamatan Kendit, Situbondo, Jawa Timur menggelar lomba Ojhung atau adu cambuk dengan menggunakan rotan. Itu dilakukan dalam acara selamatan desa, Selasa (4/12/2018).

Dalam lomba ojhung tersebut, para petarung unjuk kebolehan memainkan senjata rotan untuk mencambuk badan lawan. Dalam lomba ini, setiap petarung diberi kesempatan tiga kali mencambuk badan lawan secara bergantian.

Saat bersamaan petarung satunya juga harus pintar menangkis cambukan lawan juga dengan rotan. Siapa cambukannya paling banyak mengenai badan lawan, dialah yang menjadi pemenangnya.

Menariknya, dalam ritual ojhung yang dilaksanakan pada tahun 2018 ini, dipantau langsung oleh Wabup Situbondo Yoyok Mulyadi, Kepala Dinas Parawisata Pemuda dan Olahraga (Dispar) Pemkab Situbondo Sofwan Hadi, dan Camat Kendit Timbul Surjanto.

Kepala Desa (Kades) Bugeman, Kecamatan Kendit, Situbondo Udid Yulianto mengatakan, lomba ojhung menjadi salah satu ritual setiap melaksanakan selamatan desa. Selain itu, lokasi pelaksanaan juga sudah ditentukan, yakni di Dusun Belengguen, Desa Bugeman.

Konon, ritual ojung itu menjadi kewajiban selamatan desa atas petuah para pembabat desa, pada abad ke 13 silam. Sehingga menjadi tradisi turun menurun. Bahkan, hingga kini, tradisi lomba ojung tersebut masih dipertahankan.

“Di daerah lain ojhung biasanya menjadi ritual meminta hujan. Namun, di Desa Bugeman tidak sekedar itu, tapi sudah menjadi kewajiban ritual setiap selamatan desa. Sebab, jika tidak dilaksanakan, desa ini diyakini akan rawan bencana,” kata Udid Yulianto, Kades Bugeman, Kecamatan Kendit, Selasa (4/12/2018).

Pantauan Matamedia dilapangan, ritual ojung dalam rangka selamatan Desa Bugeman ini, cukup menarik perhatian, ribuan warga dari berbagai desa di Situbondo. Mereka rela berdesakan untuk menyaksikan setiap petarung yang berlaga dalam lomba ojung tersebut.

Bahkan, gelaran ojung tersebut tidak hanya diikuti peserta dari Kendit saja, melainkan juga diikuti dari sejumlah desa di Kabupaten Situbondo. Selain itu, sebagian peserta diketahui berasal dari kabupaten tetangga, yakni, Kabupaten Lumajang, Bondowoso dan Probolinggo.

Sementara itu, Wabup Situbondo Yoyok Mulyadi mengatakan, tradisi ojhung ini perlu dilestarikan, apalagi dalam menyambut tahun kunjungan wisata yang dicanangkan pada tahun 2019 mendatang. Oleh karena itu, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Kepala Desa (Kades) Bugeman, yang telah melestarikan tradisi ojhung ini hingga tiga generasi.

“Tradisi ojhung kalau tidak dilestarikan dipastikan hilang, maka disaat tradisi itu hilang akan menghadapi tragedi. Sehingga kami mengucapkan terima kasih kepada Kades Bugeman, Selain itu, kami berharap tradisi ojhung ini dapat menarik para wisatawan untuk berkunjung ke Situbondo,” kata Wabub Yoyok Mukyadi.(fat)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here