Sebanyak 378 Desa Ikuti Sarasehan Pelestarian Adat Desa

0
82

KABUPATEN MALANG  |  Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) kabupaten Malang, mengajak para pemimpin desa dan pelaku budaya untuk melestarikan adat istiadat yang ada di desanya. Karena kearifan lokal jika dikelola dengan benar, bisa mempererat persaudaraan dan persatuan yang ada di wilayah tersebit. Hal itu dikemas oleh DPMD dalam sarasehan pelestarian adat desa, yang diikuti oleh 378 desa yang berlangsung dipendopo agung, Selasa (11/12).

Dalam sarasehan tersebut sebanyak 4 orang selaku pembicara atau narasumbernya, yang akan mengajak para pemangku kebijakan yang ada di desa. Secara bersama melestarikan adat budaya yang ada di desanya dan secara getol untuk menampilkan adat budaya yang ada. Karena untuk melakukan pelestarian adat budaya yang sering kali alami kesulitan, apalagi sekarang ini sudah jaman Melenium.

Jajuk Rendra Kresna, selaku salah satu pemberi materi, menjelaskan, untuk mempertahankan adat budaya desa para tetua desa, harus melibatkan para kaum muda sebahai generasi penerus. Maka perlu sekali melibatkan para kaum muda mudi desa,  sebagai langka memperkenalkan pada mereka, agar jangan sampai mereka terpwngatuh adat budaya yang sama sekali bukan ciri khas Indonesia.

“Karena anak-anak itu juga pingin berkreasi .namun jangan sampai apa yang dilakukan meraka para tetua tidak mengerti apa maskud dan tujuan mereka, pasalnya mereka juga ingin dilihat hasil kreasinya,”kata, Jajuķ.

Karena itu mereka perlu diperkenalkan akan adat dan budaya warisan leluhur yang ada di desa tersebut, tetapi untuk mengarah kesana perlu keuletan dan ketlatenan para pemangku budaya setempat.” Mengajak kaum muda secara langsung terlibat dalam melestarikan budaya harus inten dan sabar,”urai, Jajuk.

Secara terpisah, Suwadji, kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) kabupaten Malang mengatakan, dengan dilaksanakannya sarasehan tersebut, mengajak seluruh pemangku kekuasaan yang ada di desa. Supaya mengajak warganya terutama tokoh adat dan budaya, agar selalu melestarikan adat budaya setempat.”karena melalui adat budaya itu bisa menjalin tali silatuhrohmi antar warga hingga terjalin kerukunan,”jelasnya.

Disamping itu melalui adat budaya yang ada sebagai penunjang pembangunan desa, karena kerukunan warga terbentuk saat melaksanakan adat budaya setempat. Sebagai contoh hingga saat ini sebagian besar desa yang ada di wilayah kabupaten Malang, masih banyak yang melakukan selamatan bersih desa. Dari situ nampak jelas kebersamaan yang dibangun oleh warga desa, sebagai wujud pelaksanaan adat yang telah ada.

Karena adat istiadat adalah suatu tradisi turun temurun, dari kebiasaan yang dilakukan masyarakat desa sejak nenek moyang dulu. Bahkan hingga sekarang hal itu masih dipertahankan oleh warga, karena itu merupakan salah satu ciri khas bangsa indonesia yang penuh dengan keanekah ragaman budaya.” Adat istiadat itu merupakan aktrualisasi masyarakat melalui nilai sosial budaya yang dilakukan seperti gotong- royong itu salah satu ciri bangsa indonesia dan tidak ada pada negara lain”tegas, Suwadji.(*)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here