Jazz Savannah di Lereng Gunung Argopuro Digelar

0
100

SITUBONDO  |  Menyambut tahun kunjungan wisata tahun 2019 mendatang, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dispar)  bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pemkab Situbondo, menggelar musik jazz bertema Jazz Savannah, Senin (17/12/2018) malam.

Menariknya, pergelaran  musik jazz savannah dengan bintang tamu Mr D atau Dodi Hermanto dan artis cantik Citra  Scholastika itu, digelar  di lereng Gunung Arguporo Situbondo, tepatnya di Plasa Rengganis, Desa Baderan, Kecamatan Sumbermalang, sebagai destinasi wisata baru di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Selain itu, dalam meresmikan destinasi wisata baru tersebut, yakni Plasa Rengganis, Pemkab Situbondo juga menampilan musik tradisional Rulingkung. Bahkan, juga menampilkan musik etnik, yang ditampilkan oleh musisi asal Kota Situbondo   Ali Genardi.

Pergelaran musik jass yang berlangsung diatas pengunungan mendapat respon positif dari masyarakat. Bahkan, meski kondisi cuaca mendung, namun kondisi tersebut tidak menyurutkan para pengunjung untuk menyaksikan pergelaran musik jass, sebagai tanda diresmikan  destinasi wisata Plasa Rengganis.

Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto mengatakan, pergelaran musik jass sebagai tanda diresmikan Plasa Rengganis ini diharapkan  dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.”Sebab,  membuka destinasi wisata ini tidaklah ringan, mudah mudahan niat baik kita membuka jalur wisata ini dapat  membangun ekonomi masyarakat ke arah yang lebih baik,”kata Bupati Dadang Wigiarto.

Menurutnya, dalam membangun destinasi wisata, pihaknya berharap Dispar Pemkab Situbondo terus menampilkan kearifan lokal  dari wilayah sekitarnya, terutama di Desa Baderan dan pendukungnya. Baik berupa seni, budaya dan kegiatan sosial keagamaan lainnya,  yang mempunyai nilai daya tarik untuk bisa mendatangkan orang ketempat ini harus dikawal dengan baik.

“Problem dasar kita  sumber daya manusia, tetapi sumber daya manusia bisa kita atasi untuk menjembatani dan membuka diri bekerja sama dengan kelompok kelompok dari luar Situbondo dan maupun di Situbondo sendiri,” jelasnya.

Tanpa kearifan lokal, kata Dadang,  tempat pariwista itu menjenuhkan dan tidak akan berjalan abadi, karena pengunjung cenderung bosan.

“Jika kearifan lokal dibangun kuat, salah satunya yang dibarengi dengan musik Jazz. Ini merupakan upaya menghidupkan  daya tarik yang di tempat ini. Tentu ini tugas Dinas Pariwisata,” ujarnya.

Untuk itu, Dinas Pariwisata harus tidak bosan mencari terobosan baru, sehingga destinasi wisata di renggani ini menjadi inspirasi membangun inovasi dan kreasi.

“Peran partisipasi publik, Camat , Tokoh msyarakat tidak boleh membiarkan partisipasi publik. Terutama jalan dibuat menjadi indah, sehingga mereka kerasan,” pungkasnya.(fat)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here