Pemulung Temukan Jasad Orok Di Bendungan Sengguruh

0
93

KABUPATEN MALANG  |  Kamari (60) seorang pemulung tidak menyangka bakal menemukan jasad orok pada bendungan Sengguruh, dikecamatan Kepanjen kabupaten Malang, Senin (7/1)

Menurut Kapolsek Kepanjen, Kompol. Bindriyo, penemuan mayat bayi berjenis kelamin laki-laki terjadi pukul 07.00 oleh Kamari (60). “Penemuan mayat bayi, pertama kali ditemukan oleh saudara Kamari, saat itu dia seperti biasa sedang mencari rongsokan sampah plastik bekas botol minuman,”jelas, Kapolsek Kepanjen.

Menurut Bindriyo, saat sedang asyik mencari barang bekas di bendungan Sengguruh dengan mengunakan perahu, Kamari melihat bungkusan kresek putih, dengan bau menyengat. “Setelah diperiksa ternyata mayat bayi berjenis laki-laki dengan kondisi yang sudah membusuk,”urai, Bindriyo.

Diduga bayi laki-laki yang tali pusarnya sudah lepas, usia kematiannya sudah lebih dari empat hari. “Melihat kondisi fisik, kami perkirakan usia kematian antara empat sampai lima hari. Kami menduga orok ini sengaja dibuang karena ditemukan dalam bungkus plastik,”ungkap mantan Kapolsek Lowokwaru, Kota Malang.

Dugaan kuat, bayi malang tersebut merupakan hasil hubungan gelap, yang tidak dikehendaki oleh orang tuanya. “Biasanya kasus seperti ini memang dipicu oleh hal semacam itu, namun kami belum berani berspekulasi, kami akan melakukan penyelidikan, siapa orang tua yang tega membuang bayinya,”kata, Bindriyo.

Penemuan bayi di bendungan Sengguruh tidak hanya kali ini saja. ” Sebelumnya memang sering, tapi ini sudah agak lama tidak ada penemuan bayi,” ungkap, Kapolsek Kepanjen.

Setelah dievakuasi dan dilakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) jasad malang bayi tidak berdosa itu langsung dibawa ke IKF (Instalasi Kedokteran Forensik) RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar) Kota Malang, untuk menjalani proses visum et repertum(*)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here