Pekerja Rusunawa ASN Mogok Tidak Terima Gaji Tiga Minggu

0
97
Pekerja yang mogok

KABUPATEN MALANG  |  Sebanyak 75 orang pekerja proyek Rumah Susun Sewa (Rusunawa) ASN, melakukan mogok kerja tuntut gaji mereka yang belum terbayarkan selama tiga minggu terakhir, Selasa (8/1)

Mogok kerja tersebut ditujukan pada subkontraktor,pasalnya sudah selama tiga minggu mereka tidak menerima gaji sebagai haknya. Mereka melakukan aksi mogok kerja hanya duduk-duduk di proyek pembangunan dan tidak melakukan kegiatan.

Umar Basori, salah satu pekerja menjelaskan, biasanya pembayaran secara rutin setiap hari sabtu, namun pada tiga minggubterakhir ini para pekerja tidak terima gaji. “ saya dan teman-teman sudah menanyakan pada subkontraktor, tapi hanya janji saja bahkan sampai hari ini belum juga dibayarkan,” terangnya

“Kami semua cukup bersabar meski belum terima gaji selama itu masih juga melakukan kegiatan rutin, namun setelah kami tunggu hingga senin (7/1) tak kunjung ada kejelasan inilah puncaknya,” kata, Basori.

Dia, juga mengutarakan kalau dirinya setiap minggunya menerima gaji sebesar Rp 800 ribu, namun bergantung dari waktu kerja jika ada lemburan uang yang diterima setiap minggunya bisa sampai Rp 1 juta.” Dengan adanya keterlambatan oenerimaan gaji tersebut seluruh pekerja yang dirugikan, soalnya uangbitu untuk kebutuhan hidup sehari-hari,” ungkapnya.

Pada dasarnya seluruh pekerja menuntut uang gajinya, yang menjadi kewajibannya segera dilunasi. Sebetulnya antara pekerja dan subkontraktor itu saling membutuhkan, jika ada permasalahan seperti ini semuanya saling merugi.

Perlu diketahui sebetulnya pembangunan Rusunawa ASN menjadi tanggungjawab Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang. Namun pada pelaksanaan kegiatan ini pihak DPKPCK hanya bersifat, membantu melakukan pengawasan kegiatan pekerjaan proyek.

Namun hingga berita iji diturunkan baik pihak PT. Halahati selaku pemenang tender, maupun subkontraktor belum juga menemui para pekerja untuk membicarakan permasalahan yang muncul.

Sementara itu, Imam Suyono, kepala bidang Permukiman DPKPCK kabupaten Malang, mengatakan bahwa mogok Kerja Pembangunan Rusunawa ASN. Bahwa apa yang dilakukan para pekerja itu hanya merupakan mis komunikasi saja.” Kemungkinan ini hanya tidak ada komunikasi yang pas, antara pekerja dengan subkontraktor,” tegasnya.(*)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here