Puluhan Wali Murid,  Sandera  Kasek SD di Situbondo

0
87
Para wali murid, saat mendatangi sekolah SD Negeri II Plalangan.

SITUBONDO  |  Puluhan wali murid SD Negeri II  Plalangan, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mereka  mendatangi sekolah dasar  tempat anaknya mengikut proses  belajar mengajar (PBM), Senin (14/1/2019).

Bahkan, puluhan wali murid tersebut menyandera  kepala sekolah (Kasek) SD Negeri II Plalangan. Itu dilakukan lantaran dana bantuan siswa miskin (BSM) untuk  Tahun Anggaran 2018 tidak diberikan kepada siswa, selaku  penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP), dengan nominal  hingga puluhan juta rupiah.

Suyono,  ketua LSM Reformasi  mengatakan, pihaknya terpaksa ikut  mendampingi para wali murid saat mendatangi SD Negeri II Plalangan, karena dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Sebab, begitu datang ke sekolah, para wali murid langsung menyandera kepala sekolah (Kasek). Dengan tuntutan, Kasek SD Negeri II Plalangan harus menyerahkan uang bantuan BSM,”kata Suyono, Senin (14/1/2019).

Menurutnya, berdasarkan data   dari sejumlah wali murid, pada anggaran  tahun 2018 lalu,  uang dana bantuan siswa miskin program Kartu Indonesia Pintar atau KIP,  yang diduga  digelapkan dan digunakan untuk kepentingan pribadi kepala sekolah, nominalnya mencapai sekitar Rp. 90.000.000.

“Bahkan, di hadapan puluhan wali murid, oknum Kasek SD Negeri II Plalalang itu, mengakui telah menggunakan uang bantuan untuk kepentingan pribadi, dengan jumlah total siswa penerima BSM sebanyak 200 orang siswa melalui program KIP,”imbuh Suyono.

Lebih jauh Suyono menegaskan, jika  hingga pukul 10.30 WIB, para  wali murid  diketahui masih bertahan di sekolah SD Negeri II Plalangan, sembari meminta kepala sekolah tidak keluar kelas,  sebelum menyerahkan dana bantuan siswa miskin kepada wali murid selaku penerima BSM tersebut.

Sementara itu,  Modahlan selaku  Kepala Sekolah SD Negeri 2 Plalangan, dan Kepala  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nasionan Pemkab Situbondo,  hingga berita ditulis  masih belum bisa dikonfirmasi terkait dugaan penggelapan dana bantuan BSM,  belum bisa dikonfirmasi. Sebab, pada  saat dihubungi  melalui ponselnya, karena  ponsel kedua pejabat tersebut  tidak aktif.(fat)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here