Alat Deteksi Tsunami Cuman Satu Kondisi Rusak

0
70

KABUPATEN MALANG  |  Alat pendeteksi tsunami atau Early Warning System (EWS), yang terpasang di wilayah pantai Tamban Desa Tambakrejo kecamatan Sumawe kabupaten Malang. Saat ini dalam kondisi rusak, hal ini seperti diungkapkan, Bambang Istiawan, kepala Badan Penanghulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Malang, Selasa (22/1).

Padahal kalau melihat kondisi pantai selatan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, hingga tidak bisa dipungkiri mempunyai potensi bahaya tsunami menginggat di lepas pantai Malang selatan terdapat zona subduksi lempang eaurasia dan australia.

Hingga wilayah tersebut sering terjadi gempa bumi dalam skala rendah seringkali terjadi di lepas pantai Malang selatan, dari data BMKG Stasiun Karangkates, zona subduksi di selatan Donomulyo berpotensi untuk menimbulkan gempa bumi dalam skala signifikan, meski kapan waktunya hinga saat ini belum bisa diprediksi. Menurut Kasgeof, BMKG Stasiun Karangkates, Musripan, jika memang terjadi gempa bumi pesisir selatan Malsel, berpotensi besar menimbulkan tsunami

“EWS Itu milik Badan Nasional Penangulanggan Bencana (BNPB), yang dipasang sekitar tahun 2015 di Pantai Tamban Desa Tambakrejo, namun sekarang tidak berfungsi karena rusak,”kata, Bambang.

Dengan rusaknya EWS di Pantai Tamban, praktis saat ini di pesisir Malang selatan tidak ada lagi alat pendektesi terjadinya tsunami. Kondisi ini tentu sangat mengkawatirkan, namun BPBD sudah beberapa kali mengajukan pengadaan EWS yang baru. Mengingat potensi bencana yang ada di Malsel, juga perlu adanya pemantauan ” kami sudah pernah mengajukan namun ditolak dengan alasan resiko timbulnya korban tidak tinggi, karena kawasan Malsel kebanyak tidak dihuni penduduk,”ungkap, Bambang.

Memang dari 105 km garis pantai yang dimiliki Kab Malang, tidak semuanya menjadi pemukiman penduduk. Namun beberapa ada yang menjadi pemukiman penduduk,seperti Pantai Sipelot, Desa Pujiharjo Kecamatan Tirtoyudo. Bahkan TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Pondok Dadap di Sendang Biru, Desa Tambak Rejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia.

Tidak hanya itu meski kebanyakan pantai belum dihuni oleh penduduk, beberapa pantai di Malsel telah menjadi spot wisata yang ramai dikunjungi wisatawan saat akhir pekan atau liburan. Tanpa adanya EWS, resiko timbul korban jika terjadi tsunami di Malsel ditengarai cukup tinggi.

Melihat kondisi yang membuat miris hati, BPBD Kab Malang tidak ingin tinggal diam. Untuk mengatasi permasalahan yang ada, menurut Sekretaris BPBD, Bagyo Setiono, pihaknya selama ini berusaha mengandeng pihak lain, seperti Perhutani, Polres Malang, TNI AL dan pihak terkait lainnya. “Untuk penanganan bencana BPBD tidak mungkin bisa sendirian, perlu adanya sinergistas dengan instansi lain, misalnya untuk mengantisipasi terjadinya tsunami, oke kita saat ini tidak ada EWS, namun kami telah berkoordinasi dengan Perhutani dan TNI AL, agar mendirikan pos pantau di Pantai Batu Bengkung,”jelasnya.

Menurut pria yang akrab disapa Walet ini, ada beberapa keuntungan jika di Batu Bengkung didirikan pos pantau. “Pertama sebagai fungsi utama, memantau pergerakan air laut jika terjadi penyusutan mendadak secara ekstrim yang merupakan tanda awal terjadinya tsunami, kedua juga bisa menjadi shelter atau titik evakuasi masyarakat jika tsunami terjadi, karena letaknya yang diatas bukit,”bebernya.

Tidak hanya itu, BPBD Kab Malang selama ini giat melakukan sosialisasi dan mengedukasi masyarakat, khususnya di Malsel. “Ketika terjadi bencana, maka masyarakat yang bisa menyelamatkan dirinya sendiri, pertolongan datang setelah bencana terjadi. Oleh karena itu dengan potensi bahaya yang dimiliki, masyarakat harus awas, tanggap dan paham apa yang harus dilakukan saat bencana terjadi,”tegas Bagyo.

“Dengan paham situasi, orang tidak gampang panik, bisa berpikir jernih untuk menyelamatkan dirinya, keluarga maupun lingkungannya, itu sebenarnya yang penting jangan panik saat terjadi bencana,”pungkas Sekretaris BPBD Kab Malang.(*)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here