Pegiat Lingkungan Lintas Daerah Gelar Konservasi di Bekas Lahan Banjir Bandang

0
62
Penyerahan secara simbolis berupa bibit pohon dari pegiat lingkungan untuk perwakilan perusahaan, Kamis (24/1/2019) siang. (Foto : aziz)

PASURUAN   |  Puluhan komunitas pegiat lingkungan lintas Jawa Timur menggelar kegiatan konservasi di lahan bekas terjadinya banjir bandang di hutan Rambutmoyo batas Desa Palangsari, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, sebagai upaya komitmennya, sejak Rabu – Kamis (23-24/1/2019). Kegiatan kali ini bertujuan untuk menyelamatkan lingkungan hutan dari kerusakan.

Konservasi yang dirangkum dalam kegiatan Jambore nandur pegiat lingkungan dan Kehutanan Kabupaten Pasuruan ini, melibatkan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) desa setempat dan puluhan perusahaan yang berkomitmen untuk ikut serta menjaga kerusakan hutan di wilayah selatan Kabupaten Pasuruan, agar kerusakannya tak lebih parah.

Panitia Jambore nandur, Sugianto menuturkan, kegiatan konservasi melibatkan 4 unsur yakni Akademis, masyarakat diantaranya kelompok petani dan LMDH, Pemerintah dan Swasta.”Inilah yang kita harapkan. Karena urusan konservasi ini tidak berjalan sendiri-sendiri. Jadi semuanya terlibat,” tandasnya, di sela kegiatan konservasi, Kamis (24/1/2019).

Pihaknya berharap dengan kegiatan perbaikan lingkungan dengan melibatkan semua unsur tersebut diharapkan berhasil.”Kita kampanyekan konservasi ini telah dilakukan 3 tahun yang lalu. Jadi aplikasinya tidak ceremonial saja. Kalau ada gebyar seperti ini, adalah sebuah appresiasi dilakukan dengan jambore,” tutur Sugianto, yang pernah meraih Kalpataru di bidang lingkungan ini.

Jambore diakui Sugianto yakni merupakan aplikasi nandur, ada refleksi permateri-permateri tak hanya lakukan kegiatan fisik menanam. Namun juga diisi dengan sarasehan yang mendatangkan tiga nara sumber diantaranya, pemerhati, akademis dan pemerintah dan pihak pegiat lingkungan yang diwakili oleh Forum DAS.”Jambore ini justru mendapat apresiasi,” katanya.

Dalam kegiatan konservasi ini, akan ditaman 10 ribu bibit pohon produksi di lokasi lereng Gunung Bromo selama sepekan. Sekaligus konservasi kali ini sebagai upaya untuk lokasi tangkapan air untuk mensuplai DAS Rejoso dan sumber air Umbulan yang debitnya kian tahun dikabarkan terjadi penyusutan secara signifikan akibat banyaknya alih fungsi hutan di lereng Bromo. (ziz)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here