Jelang Debat, Elektabilitas Prabowo Tempel Ketat Jokowi

0
52

JAKARTA   |  Menjelang debat Pilpres kedua, hasil survei terbaru menunjukan tingkat elektabilitas pasangan kandidat Pilpres 2019 (Joko W-Ma’ruf A dan Prabowo S–Sandi U) bersaing ketat. Demikian disampaikan oleh Direktur Riset Lembaga Survei Indomatrik, Syafruddin YS di Jakarta, Jumat (15/2).

Survei Indomatrik ini dilakukan pada 21 s/d 26 Januari 2019 dan dilaksanakan secara proposional di 34 Provinsi. Dimana responden merupakan para pemilih yang telah berusia 17 tahun atau sudah menikah dan terdaftar di KPU sebagai pemilih yang memiliki hak pilih dalam Pilpres 17 April 2019. Selanjutnya random di tingkat Kabupaten, Kecamatan, Kelurahan/Desa, Kampung/RW/RT, penyebaran wilayah di 50% perkotaan dan 50% pedesaan.

Jumlah sample responden yang di ambil sebanyak 1.800. Penentuan responden dilakukan secara random sistematis, dengan margin of error +2,8 % pada tingkat kepercayaan 95%. Penarikan sampel dilakukan denganMetode multistage Random Sampling.

Survei ini untuk mengetahui tingkat elektabilitas para pasangan Capres/Cawapres 2019-2024. Berdasarkan data hasil survei, selisih elektabilitas Prabowo – Jokowi diangka 3,93%. Dari selisih angka tersebut, pasangan Prabowo – Sandi mendapatkan simpati publik sebesar 44,04%, sedangkan pasangan Jokowi – Ma’ruf 47,97%. Sementara mereka yang belum menentukan (swing voter) tapi akan berpartisipasi dalam Pilpres sekitar 7,99%.

Elektabilitas Prabowo – Sandi yang bertengger di angka 44,04% ini disebabkan oleh beberapa asumsi responden yang diantaranya alasan menginginkan perubahan, mampu memperbaiki ekonomi, mampu membawa Indonesia lebih baik, dan figur Prabowo-Sandi yang dipandang berkarakter tegas dan berwibawa.

Sementara figur Jokowi – Ma’ruf memperoleh elektabilitas sebesar 47,97% karena dianggap kerjanya terlihat, memberikan bantuan berupa materi terhadap warga, merakyat dan berpengalaman. Menurut Syahfrufdin selisih elektabilitas antara keduanya diangka 3,93% ini karena dampak penilaian masyarakat terhadap rendahnya kinerja Jokowi yang tidak sesuai dengan janji kampanye 2014.

Kembali Syahfrufdin menegaskan, hasil sangat ketat ini merupakan modal bagi Capres/Cawapres Prabowo – Sandi dan Jokowi – Ma;ruf untuk bersaing lebih keras lagi dalam mencari simpati masyarakat dalam memenangkan pertarungan di 17 April 2019 mendatang.

Sementara itu, keunggulan elektabilitas di bawah 10% bagi incumbent menurut Syahfruddin sangatlah riskan. Pasalnya waktu yang masih tersisa dua bulan kedepan merupakan peluang dan kesempatan emas pasangan Prabowo – Sandi dalam mengejar ketertinggalan. (Nycko)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here