PB ABTI Berharap, Bola Tangan Tetap dipertandingkan di PON Papua 2020

0
76

JAKARTA  |  Cabang bola tangan sudah dipertandingkan di Indonesia dalam Asian Games 18 tahun 2018 dan akan dihelat pertama kali di SEA Games 30 di Filipina, November 2019. Namun anehnya tidak dipertandingkan alias dicoret di PON 20 di Papua 2020.

“Kondisi seperti itu tentunya membuat kaget dan menurunkan mental para atlet bola tangan yang sudah mempersiapkan diri tampil dibabak kualifikasi PON. Hal seperti itu seharusnya tidak boleh terjadi, karena Pengprov Bola Tangan Papua siap menggelar dan mempertandingkan di multi event empat tahunan nasional nantinya,”tegas Wakil Ketua Umum PB ABTI, Arif Hidayat di Jakarta, Senin (4/3).

Menurut Arif rencana tidak dipertandingkan atau dicoret dari PB PON tertuang dalam rapat anggota tahunan (RAT) Komite Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua yang digelar di Hotel Sahid 1-2 Maret 2019. Dalam hasil rapat diputuskan sebanyak 46 cabang olahraga yang akan dipertandingkan di PON 20 tahun 2020 mendatang.

Namun dalam rapat tersebut ada salah satu cabang olahraga yang tidak direkomendasikan yaitu bola tangan. Padahal, sebelumnya cabang bola tangan masuk dalam daftar cabang olahraga yang dipertandingkan di PON ke 20 di Papua tahun 2020.

Yang menjadi pertanyaan kata Arif, kenapa cabang bola tangan dicoret, padahal cabang tersebut penyelenggaraannya tidak membutuhkan tempat khusus. Bahkan bisa menggunakan lokasi pertandingan cabang lain setelah dipertandingkan, seperti futsal, basket maupun lapangan bola.

Bila menyimak Surat Keputusan KONI Pusat Nomor 72 Tahun 2018 dimana cabor bola tangan adalah salah satu yang akan dipertandingkan di PON ke 20 di Papua tahun 2020.

Menurutnya, Pekan Olahraga Nasional (PON) adalah perhelatan pesta terbesar olahraga di Indonesia, bukan kepentingan tuan rumah saja. Namun seharusnya menjadi etalase hasil pembinaan atlet berprestasi di daerahnya yang akan dipersiapkan menuju tingkat internasional seperti SEA Games, Asian Games bahkan Olympiade.

Padahal ujar Arif, merebut medali emas bagi tuan rumah sangat besar mengingat cabang olahraga bola tangan baru berkembang di Indonesia dan Untuk menyelenggarakan bola tangan di PON 2020 tidak membutuhkan biaya yang besar. Bahkan, tidak perlu membangun venue karena sama dengan futsal dan kami sudah berkoordinasi, mengenai peralatan juga tidak perlu dibeli.

Pemerintah sudah belikan peralatan lengkap, saat pelaksanaan Asian Games 2018. Dengan begitu, sebenarnya tidak perlu menghapus cabang olahraga bola tangan di PON 2020.

Arif juga memohon kepada Menpora Imam Nahrawi, sebagai pimpinan tertinggi olahraga di Indonesia agar turun tangan dan membantu cabang olahraga bola tangan (Olyimpic Sport) tetap dipertandingkan di PON 2020. Dengan pertimbangan, pembinaan prestasi atlet menuju tingkat Internasional bisa sukses dan berjalan lancar. (Nycko)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here