Tiga Desa Di Wajak Dapat Dana Hibah Kemen LHK

0
81
Dr. Ir. Budi Iswoyo MM. Kadis LH kabupaten Malang

KABUPATEN MALANG  |  Hampir seluruh desa diwilayah kecamatan Wajak kabupaten Malang, merupakan wilayah penghasil tambang galian C. Sehingga hampir seluruhnya membutuhkan reklamasi, guna mengembalikan ekosistem lingkungan seperti semula.

Guna menangani hal tersebut tiga desa yaitu Bambang, Bringin dan Patokpicis, mendapatkan dana hibah hampir Rp 5 M dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK) Republik Indonesia. Dana tersebut disamping sebagai reklamasi lingkungan juga akan dibangun kawasan ekowisata berbasis lingkungan hidup di Kecamatan Wajak.

Apalagi proses penambangan rakyat yang dilakukan secara terbuka (open mining), tentunya berdampak pada kerusakan lingkungan, sehinga harus dilakukan reklamasi, untuk mengembalikan kondisi tambang seperti semula.

“Untuk proses reklamasi akan dilakukan pada lahan seluas 38 hektar,  namun untuk tahap awal hanya dilakukan seluas 11 hektar dari dana hibah tersebut,” terang, Dr. Ir. Budi Iswoyo MM. Kadis LH kabupaten Malang, Senin (11/3)

Namun anggaran sebesar Rp 4,8 Milyar yang diperoleh dari Kemen LHK, tidak hanya di pakai untuk reklamasi tapi juga akan dipakai untuk membangun lokasi wisata yang berbasis lingkungan. Dimana lokasi itu akan menempati tanah kas desa, pasalnya tiga desa tersebut membentuk Badan Usaha Milik Desa (BumDes). “Nantinya pengelolaan akan diserahkan pada tiga desa tersebut sebagai penerima hibah,”kata, Budi.

Diharapkan pada pertengahan tahun 2019 pembangunan ekowisata, lanjut Budi, sudah dapat terselesaikan, pasalnya saat ini sudah proses administrasi menuju pelelangan tender proyek yang dilakukan oleh Kemen LHK. “Karena targetnya 38 ha sedangkan yang ditangani hanya 11 ha, maka sisanya akan dilakukan oleh Pemkab Malang dengan melibatkan instansi terkait serta pengalokasian Corporate Social Responbility (CSR),” papar, Budi.

Sementara itu menurut, Drs. Nur Fuad Fauzi, MT. Selaku Camat Wajak mengatakan lahan yang bakal dipakai untuk pembangunan lokasi ekowisata merupakan tanah kas desa Bringin. “Tanah kas desa milik ke tiga desa tersebut sudah tidak dapat ditanami lagi, karena merupakan bekas tambang,” ujarnya.

Pihaknya juga sudah mengetahui kalau tiga desa tersebut bakal dapat dana hibah dari Kemen LHK, namun besarannya berapa tidak diketahui. Tetapi pihak desa dan kecamatan sudah melakukan perundingan terkait rencana tersebut, bahkan sampai pada sistem pengelolaannya.” Rencananya nanti mereka akan membentuk BumDes bersama sedangkan lokasi yang dipakai itu juga sebagai saham, namun sampai saay ini pembicaraan dan pembagian saham serta seringnya masih dalam pematangan,”tegas, Fuad.(*)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here