Stand Disperindag Kabupaten Malang Juara Satu

0
28

KABUPATEN MALANG  |  BATAM INDAGKOP & UKM EXPO 2019 merupakan pameran ajang bergengsi, yang berlokasi di Mega Mall, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Dalam acara tersebut stand Disperindag kabupaten Malang, meraih juara pertama pada ajang bergengsi tersebut.

Kepada awak media, Dra. Pantjaningsih Sri Rejeki, Kadisperindag kabupaten Malang, menyampaikan bahwa tugas Disperindag adalah melakukan promosi produk UKM. “Kita bersyukur bisa menjadi Juara dalam pameran bergengsi ini, terima kasih kepada tim yang sudah berkerja keras dalam pelaksanaan pameran. Selain mengenalkan dan pemasaran produk unggulan kabupaten Malang, melalui ajang tersebut kita juga berusaha menjaring peluang investasi, dua hal ini sebenarnya yang kita tuju dalam even ini,”terang, Pantja, sapaan akrabnya, Jumat (15/3).

Menurutnya, penanaman modal atau investasi memiliki peran yang sangat dominan dan strategis dalam pembangunan ekonomi daerah. “Dengan masuknya arus modal akan mendorong kemajuan perkembangan industri dan perdagangan, meningkatkan daya beli masyarakat, dan membuka peluang lapangan kerja. Sehinga implikasi secara luas adalah peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”terangnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, ditengah ketatnya persaingan dalam era globalisasi, pemda dan para pelaku usaha dituntut untuk bisa berkreasi, berinovasi dan bekerja lebih giat lagi dalam memperkenalkan setiap potensi bisnis, yang ada di daerah baik di level lokal, regional, nasional bahkan internasional.

“Promosi dalam sebuah usaha adalah keniscayaan, keharusan karena untuk merebutkan pasar, BATAM INDAGKOP & UKM EXPO 2019, menurut hemat kami adalah sarana yang tepat untuk melakukan promo, karena ini adalah sarana interaksi bisnis yang diikuti oleh pelaku usaha di seluruh Indonesia,”jelas, Pantja.

Dalam pameran produk unggulan dan peluang investasi yang digelar di Mega Mall Batam, Disperindag kabupaten Malang membawa 7 UKM. ” 7 UKM yang kita bawa, yang memproduksi keripik buah dan tempe khas kabupaten Malang, batik tulis, kerajinan seperti gelang maupun kerajinan kulit serta produk bawang goreng,”ujar, Pantja.

Dalam even nasional tersebut selain berhasil menjual produk secara langsung atau tunai, Disperindag kabupaten Malang juga mendapat transaksi atau pemesanan makanan ringan dari pembeli yang berasal dari Singapura.

“Kalau hasil transaksional yang kita dapat, cukup memuaskan, namun yang penting adalah produk kita lebih dikenal dan bisa menjaring para investor yang masuk ke kabupaten Malang,”beber, Panjtaningsih.

Kadisperindag, berpesan agar para pelaku usaha UKM, senantiasa mengembangkan inovasi produknya. “Kita dari Disperindag hanya mengenalkan dan melakukan pendampingan, para pelaku usaha yang harus bisa berinovasi dalam meningkatkan mutu dengan biaya yang efisien, sehinga bisa menghasilkan produk bermutu dengan harga murah, jika ini bisa dilakukan maka saya yakin UKM kita akan berkembang,”tegasnya.(*)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here