Tenaga Sortir Dan Pelipatan Surat Suara KPU Gunakan Warga Surabaya

0
61
Ketua KPUD KAbupaten Malang dan Sekretaris, serta saat melihatkan surat suara yang rusak

KABUPATEN MALANG |  Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten Malang sudah sepuluh hari melakukan sortir serta pelipatan, terhadap lima jenis surat suara yang bakal dipakai untuk Pemilihan Legeslatif (Pileg), Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Pemilihan Presiden (Pilpres). Dengan menggunakan pihak ketiga yang berasal dari kota Surabaya dengan melibatkan sekitar 40 orang yang bakal mensortir serta melipat sebanyak 10 ribu lembar lebih.

Kenyataan ini sangat bertolak belakang dengan pernyataan, Santoko, ketua KPU kabupaten Malang saat diwawancarai dilokasi pelipatan pada hari Kamis (14/3). Dimana berdasarkan keterangan ketua KPU bahwa yang sortir/lipat, pihaknya berdayakan warga sekitar.”kami menggunakan tenaga dari sekitar gudang yang kami sewa, semuanya warga Pakisaji,”terangnya.

Tidak hanya itu saja kebohongan yang di lontarkan ketua KPU terkait jumlah tenaga yang terlibat, pihaknya melibatkan sebanyak 150 orang warga sekitar. Namun kenyataanya tidak kurang dari 40 orang saja dan itupun berasal dari kota Surabaya. Hanya satu yang diakui saja yang diakui oleh Santoko, bahwa pihaknya menggunakan pihak ketiga untuk sorti/lipat.

Mengingat anggaran yang dialokasikan untuk sortir/pelipatan cukup besar yaitu Rp 1,4 milyar dan menggunakan pihak ketiga. Saat ditanya apakah melalui Lelang atau PL…? Dirinya langsung meminta pada media kalau permasalahan itu silakan dipertanyakan pada Sekretaris KPU. Sedangkan jawaban dari, Arief Subagyo, sekretaris KPU mengatakan bahwa untuk kegiatan ini teknisnya dilakukan swakelola.” Karena untuk melalui lelang butuh waktu cukup lama, padahal kami dikejar target serta waktu yang mepet,” jelas, Arief.

Yang menjadikan pertanyaan besar bagi media..? Para pekerja itu telah mengikat perjanjian dengan pihak ketiga yang dipakai KPU, bahwa dirinya tidak boleh bicara kepada siapapun terkait upah borongan yang diterimakan. Mengingat anggaran yang teralokasi cukup besar dan terkesan disembunyikan, semakin memperkuat adanya indikasi permainan dalam proyek sortir sert pelipatan surat suara yang dilakukan oleh KPU.

Sementara itu, Didik Gatot Subroto, ketua Komisi 1 DPRD kabupaten Malang, menyayangkan dengan adanya ketertutupan tentang pengupahan, seharusnya pihak KPU ada keberanian untuk berbuat transparan akan biaya yang dibayarkan pada pekerja.” Menurut saya hal itu tidak dibenarkan dapat dipastikan ada maksud dan tujuan dengan ditutupinya pengupahan itu,” urainya.

Sedangkan terkait pengelolaan swakelola Komisi 1, tidak mempermasalahkan sepanjang sesuai aturan yang ada pada KPU. Karena kalau melalui lelang tahapan yang dibutuhkan panjang, atas dasar berbagai pertimbangan demi efesien waktu dan biaya sehingga mengambil langka tersebut.

Politisi PDI-P itu juga tidak merasa kawatir akan penggunaan dana yang dilakukan KPU, karena nanti mereka akan bertanggung jawab pada pemerintah pusat dan daerah. Disamping itu pihak DPRD juga bisa melakukan pengawasan secara langsung, sebab hal itu juga diperbolehkan,” karena kami DPRD dan KPU bermitra dan pelaksanaan pesta demokrasi yang bakal digelar taggal 17 April nanti,” papar, Didik.

Perlu diketahui tenaga sortir/lipat yang berasal dari kota Surabaya itu sebagian besar perempuan, selama kerja borongan sortir/lipat orang-orang itu tidur digudang tempat surat suara tersebut berada. Hal itu berdasarkan keterangan yang dihimpun media, dengan para tenaga itu saat istirahat makan. “Kami sudah ada perjanjian dengan pak Karim, dilarang ngomong biaya borongan pada siapapun,” terang, salah satu tenaga, yang diamini oleh beberapa tenaga yang lain saat turun istirahat makan.

Para tenaga itu juga menjelaskan kalau dirinya berasal dari Surabaya, yang dikirim oleh pihak ketiga yang dipakai oleh KPU (pak Karim). Bahkan mereka juga mengutarakan kalau dirinya akan bekerja digudang sekitar sebulan, tetapi mereka tidur dibawah meja yang dipakai kerja untuk melipat juga makannya diberi.” kami berjumlah kurang lebih 40 orang karena datangnya dua kali,” ujar mereka hampir bersamaan.(*)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here