Kabupaten Malang Berusaha Semua Desa Terkoneksi Internet

0
17
Ferry Hari Ahung,  Plt.Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) kabupaten Malang

KABUPATEN MALANG  |  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, memiliki 378 Desa dan 12 Kelurahan, memang semuanya saat ini sebagian desa masih belum terkoneksi internet. Namun pihak Pemkab saat ini berusaha keras agar desa yang belum terkoneksi, pada tahun ini semuanya bisa terkoneksi internet.

Pada awak media, Ferry Hari Ahung,  Plt.Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) kabupaten Malang menyampaikan dari 378 desa yang ada, 335 diantaranya sudah mempunyai akses ke internet. “Kalau untuk pemerintahannya, sudah 89%  sudah mempunyai akses ke internet, entah itu secara berlangangan atau dengan cara lain. Kondisi geografis Kabupaten Malang yang sangat luas dengan kontur yang bergunung dan berbukit, ini satu kendala juga sehingga belum semua wilayah terakses jaringan internet,”terangnya, Selasa (2/4).

Sedangkan untuk kepentingan pelayanan publik, seperti yang diungkapkan oleh Bupati Malang, Dr.H.Rendra Kresna beberapa waktu silam, untuk semua 33 kantor kecamatan dikabupaten Malang, saat ini sudah terkoneksi jaringan internet. Meski terkadang kekuatan jaringan internetnya lemah (lemot), karena kondisi suatu wilayah mempengaruhi kecepatan aksesnya.

“Kita berencana untuk menambah pasokan band witch yang akan digunakan sebagai back up,” kata, Ferry.

Namun pihaknya juga berpesan pada seluruh pegawai kantor, terutama yang ada di kecamatan jangan menggunakan akses internet untuk kepentingan pribadi. Utamakan untuk kepentingan kerja yang sifatnya pelayanan, karena akses internet yang ada masih terbatas kecepatannya. “Utamakan pekerjaan yang menggunakan akses internet jika memang sudah selesai terserah,” imbuhnya.

Dari data Diskominfo kabupaten Malang, belum semua wilayah yang ada bisa menikmati akses layanan internet. “Kalau untuk wilayah Kabupaten Malang yang tercover jaringan internet baru 80%. Kita sudah meminta kepada para provider agar menambah luas jaringan mereka, tapi kita juga tidak bisa memaksa, karena ini berkaitan erat dengan pasar yang ada,” tegas, Ferry.(*)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here