Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Batu Selamatkan 15 Pendaki

0
12
Para pendaki yang tersesat dan seorang penolong

KOTA BATU  |  sebanyak 15 orang pendaki yang sebagian besar asal kediri dan rata-rata masih anak-anak yang terjebak di tanjakan PHP gunung Butak, berhasil dievakuasi oleh Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) Badan Penanggulangam Bencana Daerah (BPBD) kota Batu Senin (29/4).

Pada awak media, Sasmito, kepala BPBD kota Batu menjelaskan pihaknya mendapatkan laporan dini hari sekitar pukul 02 30 wib, pihaknya langsung kirimkan 0ersonil untuk melakukan evakuasi pada 15 pendaki yang tersesat ditanjakan PHP tersebut. “Kejadian sendiri pada hari minggu malam sekitar pukul 21.00 wib, karena hujan mereka tidak bisa turun karena jalan terlalu licin,” jelas, Sasmito, Senin (29/4)

Kemungkinan besar mereka kurang persiapan serta tidak didukung dengan pemahaman medan, dapat dipastikan mereka semuanya itu masih pendaki pemula jadi persiapan yang dilakukan masih kurang. Namun beruntung para pendaki itu seluruhnya dapat terevakuasi dan kondisinya masih sehat, namun tetap perlu adanya perawatan untuk pemulihan fisik secara menyeluruh.

“Mereka sempat alami hipotermia akibat kehujanan dan tidak bisa dirikan tenda, karena kondisi lokasi yang tidak mendukung,” kata, Sasmito.

Mereka itu, lanjut Sasmito, tidak berangkat secara bersamaan, namun terbagi beberapa kelompok dan mulai mendaki pada hari Sabtu (27/4) dari gunumg Panderman. “Saat mau turun hari minggu iondisi hujan dan tanyakan PHP terjal dan licin mereka tidak bisa melanjutkan,” paparnya.

Sementara itu secara terpisah, Teguh Prijatmono, salah satu pendaki senior Gimbal Alas menanggapi kasus yang terjadi pada 15 pendaki di Tanjakan PHP Gunung Butak, menekankan pentingnya dasar pengetahuan dan persiapan yang matang saat melakukan pendakian gunung. Jika tidak dibekali pemahaman medan, serta persiapan akibatnya seperti itu dan itu bisa menimpa siapa saja. “Gunung Butak mudah pendakiannya, nyatanya mereka justeru terjebak di Tanjakan PHP,yang bisa jadi disebabkan tidak paham dengan medan yang ada,” ungkap,Teguh.

Pria yang akrab disapa Pak Puh oleh para pendaki, menegaskan bahwa dalam mendaki gunung ada aturan dasar yang harus diketahui dan dipahami. Maka jangan meremehkan alam segala kemungkinan bisa saja terjadi, karena itu persiapannya harus benar-benar serius, jangan meremehkan alam. Saat mendaki kita harus tahu jalur pendakian dan kondisi medan yang akan dilalui. ” orientasi medan sangat penting, untuk menetukan lama pendakian kita kemudian persiapan fisik, logistik dan peralatan kita harus memadai,”beber, aktivis Gimbal Alas.(*)

Berikut ini adalah nama-nama kelima belas pendaki yang sempat terjebak di Gunung Butak;

  1. Fatimathur (14) warga Kediri.
  2. Andi Siswanto (18) warga Kediri.
  3. Selvi Desi (15) warga Kediri.
  4. Fitriana Puspitasari (18) warga Kediri.
  5. Ferhan Kristiantoro (18) warga Kediri.
  6. Feri Toriqul Fauzi (15) warga Kediri.
  7. Feryzhal (18) warga Pare, Kediri.
  8. Diana Sandra Sari (18), warga Pare Kediri.
  9. Ainul Himah (20) warga Jombang.
  10. Ega Sulthan (18) warga Surabaya.
  11. Bagas Bintang Satrio (15) warga Surabaya.
  12. Dwi Ahmad (17) warga Mojokerto.
  13. Taufan Budi W (18) warga Sidoarjo.
  14. Rabit Al Qorofi (20) warga Jember.
  15. M. Fajrul Abidin (19) warga Batu.
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here