Kandang Ayam Terbakar Alami Kerugian 200 Juta

0
6

KABUPATEN MALANG  |  Sudah menjadi tradisi umat Muslim, jelang puasa Ramadhan ingin kelihatan bersih baik rumah maupun pekarangan rumah. Hal itu seperti yang dilakukan oleh ibu Sulasmi warga jln. Undaan kampung Maduran rt 18 rw 06 kecamatan Turen kabupaten Malang, maksud hati ingin membersihkan kandang ayam miliknya.

Namun naas berkata lain saat membakar sekem disekitar kandang ayam miliknya sekitar pukul 9.00 wib, selang 1 jam kemudian justru api semakin menjadi besar dan membakar seluruh kandang ayam yang ada disebelahnya. “Awalnya saksi berusaha membantu untuk memadamkan api, karena api semakin besar dirinya tidak kuasa memadamkannya,” tutur, Aprillianjanto, Sekretaris PMI kab Malang,Jumat (3/5)

Pada awak media, Aprillijanto, juga menjelaskan karena yang dibakar berupa sekem yang muda membara ditambah adanya angin kencang dilokasi, Agus yang saat itu sedang merawat ayam berusaha memadamkan api yang saat itu membakar kandang ayam sebelah utara yang terus menjalar keselatan.

“Begitu api semakin membesar tetangganya yang bernama Imam langsung menghubungi Polsek Turen, atas laporan tersebut Polsek langsung huhungi PMK Pindan dan PMK kab Malang,” kata, April.

Begitu mendapat laporan dari Polsek Turen, PMK kab Malang langsung berangkatkan 2 unit mobil untuk memadamkan api. Sekitar 1 jam 45 menit kemudian api berhasil dipadamkan, dengan melibatkan 5 unit mobil PMK yang berasal dari Pindad 3 unit. “Api berhasil dikuasai sekitar 1,45 jam dengan menggunakan 5 unit mobil PMK dan dibantu warga sekitar,” papar, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Penanggulangan Kebakaran (PPK) Satpol PP Kabupaten Malang, Goly Karyanto

Akibat kejadian kebakaran tersebut bu Sulasmi alami kerugian sekitar Rp 200 juta, pasalnya kandang ayam sebelah utara habis terbakar dan hampir seluruh kandang bagian selatan juga habis.” Beruntung dalam kebakaran tersebut tidak sampai ada korban, apalagi saat itu kandang dalam kondisi kosong karena habis dipanen,”tegas, Goly.(*)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here