Tokoh Pemuda Arjowilangun Ajak Masyarakat Tolak People Power di Wilayahnya

0
7
Deni, tokoh pemuda Arjowilangun Kab. Malang

KABUPATEN MALANG | (POLSEK KALIPARE) Tokoh pemuda dan masyarakat di Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menyatakan menolak gerakan ” people power”.

Dinilai, gerakan tersebut sangat merugikan masyarakat dan berpotensi menggangu ketertiban umum.

Deni (39) tokoh pemuda dan masyarakat Desa Arjowilangun Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang, menyatakan menolak adanya gerakan people power di wilayahnya.

Menurutnya, hal tersebut tidak perlu terjadi, dikarenakan, pelaksanaan Pemilu Pileg dan Pilpres tahun 2019 sudah berlangsung secara luber (langsung umum bebas dan rahasia).

“Yang kita perlukan saat ini adalah mendukung dan Mengawasi kinerja KPU yang sudah maksimal dalam menyelenggarakan pemilu 2019 sampai selesai,” pintanya, Senin (20/05/19).

Deni juga menegaskan kepada warga masyarakat wilayah Arjowilangun, untuk tidak terprovokasi dengan ajakan atau iming- iming dengan uang, agar mengikuti dan melakukan gerakan People Power, karena hal tersebut akan mengancam keutuhan NKRI.

Lebih lanjut, ia juga menyatakan, gerakan people power dinilai kurang tepat, karena pemerintah sudah menyediakan lembaga resmi untuk menerima dan memproses segala bentuk laporan, terkait pemilu.

Dia mengimbau kepada masyarakat agar tidak mengikuti gerakan itu.

“Selama masih bisa diambil jalur sesuai dengan undang-undang yang berlaku di negara kita, kenapa ada gerakan people power. Alangkah baiknya tidak dilakukan gerakan people power tersebut,” ujar Deni, Senin (20/5/2019).

Gerakan tersebut juga dinilai akan berakibat fatal, dan berpengaruh buruk terhadap masyarakat luas utamanya yang berada di pedesaan.

Dia mengimbau bagi siapa saja untuk lapang dada dan menerima hasil resmi keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei mendatang.

“Kami juga mengajak kepada pihak penegak hukum, agar menegakkan hukum seadil-adilnya,” pungkas Deni. (Yahya).

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here