Beranda Hukum & Kriminal BNN Asesmen Terpadu Pada Tiga Tersangka Kasus Narkotika

BNN Asesmen Terpadu Pada Tiga Tersangka Kasus Narkotika

0
39
Tim BNN saat lakukan asesmen

KABUPATEN MALANG  |  Kembali tim asesmen Badan Narkotika Nasional (BNN) Kab Malang, melaksanakan Asesmen Terpadu terhadap 3 orang tersangka kasus Narkotika. Mereka secara sah menjadi tersangka atas penyalah gunaan narkotika jenis sabu, mereka adalah MTA (23), ABK (24), dan YDT (32).

Pada awak media, Letkol laut H. Agus Musrichin, kepala BNN kab Malang mengatakan, bahwa tiga orang tersebut telah dijerat dengan UU no 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Karena mereka dengan sengaja atau tidak telah mengkonsumsi obat-obatan terlarang jenis sabu, sebab hal itu dilarang sesuai dengan UU no 35 tahun 2009. “Namun demikian mereka masih punya hak untuk dilakukan rehabilitasi sesuai dengan pasal 54 dan 127 dan beberapa aturan lainnya,”urai, Agus, Selasa (21/5)

Kegiatan tersebut bertujuan untuk menegakkan indikasi sejauh mana, keterlibatan tersangka dalam penyalahgunaan narkotika. Dengan dilakukan asesmen akan dapat diketahui sejauh mana keterlibatan mereka, disamping itu hasil asesmen nanti bisa dipakai pertimbangan dalam pengadilan.

“Mereka melibatkan dirinya dengan narkotika pasti punya alasan tertentu, apalagi yang dipakai merupakan narkotika golongan 1,”kata, Agus.

Memang kalau mendasar, lanjut Agus, pada pengakuan mereka semua awalnya diajak teman, namun mereka punya alasan masing-masing yang tak bisa menghindar atas penggunaan sabu tersebut. “Maka dari itu bekal ilmu pengetahuan sangat penting yang bisa membentengi diri dari pengaruh yang negatif,” paparnya.

Apapun alasan penyalahgunaan narkotika mereka bertiga, harus mempertanggung jawabkan secara hukum atas perbuatan yang dilakukan. Seperti yang dilakukan MTA (23) yang bekerja selaku LC di Kepanjen dan YDT (32) yang merupakan sopir travel dan taksi online. Sementara ABK (24) merasa mengalami perubahan gaya hidup semenjak istri menjadi TKW di luar negeri.

Perlu diketahui tim asesmen terpadu merupakan 2 tim yang berasal dari latar belakang berbeda,  seperti Tim Hukum dari Penyidik BNN, Penyidik Polri dan Jaksa. Bertugas menganalisis keterlibatan tersangka dari sisi tindak pidana, sedangkan tim kedua berlatar belakang Dokter dan Psikolog BNN berfungsi untuk menentukan tingkat adiksi/kecanduan tersangka serta kondisi fisik dan psikisnya setelah menjadi penyalahguna.(*)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here