Polres Petakan13 Desa Rawan 2 Sangat Rawan Saat Pilkades

0
22
Kapolres,, Dandim saat sematkan rompi saber judi Pilkades dan foto perwakilan calon kades tanda tangan deklrasi damai

KABUPATEN MALANG  |  Dalam Pilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang bakal digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, pada tanggal 30 Juni 2019 mendatang sebanyak 269 desa sebagai pesertanya. Dari 269 desa tersebut Polres Malang memetakan ada 13 desa rawan dan 2 dianggap sangat rawan.

Pada awak media, AKBP. Yade Setiawan Ujung, Kapolres Malang, menjelaskan memang yang masuk dalam wilayah hukum Polres malang hanya sebanyak 252 desa dari 30 kecamatan, namun secara total sekab. Malang ada 269 desa. “Berdasar pemetaan kami ada 3 kategori yaitu: aman, rawan dan sangat rawan,” jelasnya, seusai mengikuti deklarasi damai yang berlokasi dipendopo Agung Malang, Jumat (21/6).

Guna mengantisipasi dan menciptakan kondisi yang kondusif, pihak Polres Malang kenerjunkan sebanyak 2.500 personil gabungan. Bahkan rencananya mereka akan bekerja mulai H-1 sampai H+1 pelaksanaan, sedangkan untuk daerah yang sangat rawan Kapolres malang bakal menempatkan 10 orang personil.

“Karena kami gak mau kecolongan dan semuanya dipersiapkan untuk menciptakan situasi yang kondusif dan menuju kesuksesan Pilkades”kata, Yade.

Bahkan untuk mengantisipasi terjadinya perjudian, pihaknya juga membentuk tim Saber Judi Pilkades dan juga sudah dikukuhkan oleh Plt. Bupati. Karena dengan adanya tim Saber diharapkan dapat mencegah terjadinya kecurangan saat pelaksanaan Pilkades yang diatur oleh para penjudi (boto). “Terbukti pada saat tahap 1 mereka mendapatkan dua kasus dan menangkap penjudinya demikian pada saat tahap 2,” tutur, Yade.

Berharap semua pihak pada pelaksanaan Pilkades tahap 3 ini semuanya berjalan lancar, namun demikian tak luput dari dukungan masyarakat selaku pelaksana demokrasi pada tingkat desa. “Jika ingin mendapatkan pemimpin yang jujur, jangan mau diarahkan oleh para boto judi, jika didapati uang demikian segera laporkan pada kepolisian terdekat,” tutup, Yade.

Sementara itu Plt. Bupati HM. Sanusi MM berharap pada Pilkades tahap 3 berjalan lancar, sebab Pilkades merupakan sarana dalam mengembangkan atau mendewasakan demokrasi pada tingkat desa. “Hal itu dapat tercapai jika semuanya mentaati aturan yang ada sehingga bisa berjalan tertib dan situasinya kondusif,” ujarnya.

Jika keberhasilan itu tercapai jadikan motivasi pada proses demokrasi selanjutnya, oleh karena itu semuanya harus mendukung jangan sampai ada pihak- pihak yang mengganggu proses demokrasi. Karena Pilkades itu merupakan pesta demokrasi pada tingkat bawah, maka dari itu masyarakat jangan sampai terprovokasi yang dapat merugikan diri sendiri atau orang lain.

Sanusi, juga berpesan pada para calon Kades yang akan mengikuti Pilkades serentak tahap 3, mereka harus siap menerima apa yang terjadi. Karena pada Pilkades itu hanya menghasilkan calon terpilih bukan menang atau kalah, mereka harus bisa mengendalikan pendukungnya jangan sampai terprovokasi atau memprovokasi pendukung yang hasilnya merusak proses demokrasi.

“Mereka harus bisa berikan contoh yang baik seeta sikap dewasa serta ciptakan semangat guyup rukun untuk membangun desa mereka masing-masing,”papar, Sanusi.

Pilkades merupakan momentum pesta rakyat yang paling bawah, maka jangan sampai dikotori dengan kesalahan-kaesalahan yang dapat menghambat atau merusak proses demokrasi itu sendiri. “Perlu diketahui dalam Pilkades serentak tahap 3 ini ada sebanyak 269 desa peserta dari 33 kecamatan, sedangkan calon pesertanya ada sebanyak 859 orang,”tegas, Sanusi.(*)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here