Jajaran Satreskrim Polres Malang Bekuk Penjual Istri

0
22
Farid tersangka saat dilakukan rilles oleh Kapolres dan Kasad Reskrim

KABUPATEN MALANG  |  Seorang istri harus dijaga dan lindungi, namun tidak halnya dengan Farid Sugiarto (25) warga Desa Suberejo kabupaten Lamongan. Pada Rabu (19/6) malam jajaran Satreskrim Polres Malang telah membekuk yang bersangkutan pada sebuah hotel di Jalan Raya Karanglo kecamatan Singosari kab Malang.

Lantaran yang bersangkutan telah menjajakan tubuh istrinya, melalui akun facebook miliknya untuk berhuhungan badan dengan orang lain cara threesome. Akibat Perilaku seksual yang menyimpang ini, pantas polisi melakukan penggerebekan pada saat mereka sedang asik threesome. Dari penyidikan polisi menetapkan Farid Sugiarto, sebagai tersangka. “Modus operandi yang dipakai Farid, mencari pelanggan melalui akun facebook miliknya,” terang, AKBP. Yade Setiawan Ujung, Kapolres Malang, Senin (24/6)

Setelah mendapatkan pelanggan Farid lantas mengajak komunikasi lewat WhatsApp (WA). Pertama dia yang berkomunikasi dengan pelanggan, kemudian komunikasi dengan pelanggan dilanjutkan oleh NV, istrinya.

Begitu terjalin komunikasi, Farid lantas menawarkan harga sebesar Rp 3 juta untuk melakukan threesome pada pelanggan tersebut.

“Jika telah terjadi kesepakatan Farid akan meminta uang muka sebagai tanda jadi pada pelangganya,” kata, Yade.

Kemudian percakapan mereka, lanjut Kapolres, berlanjut hingga sepakat ketemuan pada sebuah hotel yang, ditunjuk atau yang ditentukan oleh Farid. “Pada saat penangkapan lalu pelanggannya berasal dari Gresik, dengan nilai kesepakatan sebesar 2 juta,” urainya.

Sementara istrinya yang berinisial NV. (27) serta seorang laki-laki yang diajak threesome dijadikan sebagai saksi. Akibat perbuatan yang dilakukan Farid pihak Polres Malang akan menjerat dengan pasal 2 Undang-undang nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak perdagangan orang, serta pasal 30 Jo pasal 4 ayat 2 huruf D Undang-undang nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi.

Farid sendiri mengaku kalau dia tidak menjual istrinya, justru istrinya yang mengajak untuk berbuat threesome. Bahkan yang mencari pelanggan sampai menentukan lokasinya,

“Saya ini hanya menuruti apa keinginan istri yang ingin threesome, saya tidak berani menolak karena dia sering marah kalau keinginannya ditolak,” terang, Farid.

Bahkan Farid juga mengakui kalau perbuatan threesome itu baru sekali dilakukan, dari kesepakatan sebesar Rp 2 juta itu dirinya juga belum terima uang pembayaran hanya sebesar Rp 200 ribu sebagai tanda jadi.” Saat berhuhungan itu dengan cara bergantian saya melakukan lebih dulu baru pelanggan,” tegas, Farid.(*)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here