Pohon Jalan Banyak Ditebangi Oknum Bina Marga

0
26
Tunggak pohon, bekas pohon yang di tebang oleh oknum Bina Marga yang ada ditepi jalan

KABUPATEN MALANG  |  Keberadaan pohon merupakan peneduh sekaligus sebagai filter pencemaran udara, terutama yang berada ditepi jalan raya. Tidak halnya bagi pohon Sonokeling yang berada di sepanjang jalan raya Desa Sempol kecamatan Pagak kabupaten Malang, justru pohon yang ada disana banyak ditebangi oleh petugas Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) kabupaten Malang.

Tidak kurang dari 30 lebih pohon Sonokeling yang berada disepanjang jalan raya Desa Sempol, telah dipotong petugas DPUBM pada bulan puasa lalu. Hal itu dibenarkan oleh petugas dari Polsek Pagak saat dilakukan konfirmasi, “Benar mas ada surat pemberitahuan masuk kekami sebanyak dua kali,” terang, salah satu anggota Polsek Pagak

Namun pihak Polsek Pagak tidak memastikan apakah kebenaran apakah petugas, yang melakukan pemotongan itu benar adanya dari DPUBM dan apakah mereka mengantongi surat ijin. Karena surat masuk itu sifatnya meminta pengamanan, arus lalulintas saat dilakukan pemotongan yang dilakukan petugas.

“Kami sifatnya hanya tugas sesuai permintaan untuk mengamankan arus lalin saat pemotongan,” kata, Anggota Polsek.

Bahkan saat matamedia,co.id berada di Polsek Pagak mau di ambilkan surat yang berasal dari DPUBM sebagai pembuktian, tetapi sayang surat tersebut berada di meja Kapolsek dan saat itu yang bersangkutan sedang dinas luar.

Sebagai penguatan berita matamedia.co.id mendatangi kantor DPUBM tetapi sayang, kepala bidang yang menangani PJU dan pohon tepi jalan sudah purna tugas. Sedangkan penggantinya masih belum ada sehingga dari dinas tersebut tidak mendapatkan keterangan apapun.

Perlu diketahui pojon Sonokeling yang ditebang itu umurnya sudah puluhan tahun, dengan jari-jari ( midel) antara 40 sampai 60 cm panjang bentangan antara 3 sampai 4 meter.

Menanggapi tindakan yang dilakukan DPUBM, Achmad Kusaeri, kordinator badan pekerja LSM Prodesa sangat menyayangkan tindakan tersebut. Seharus sebagai petugas lebih ngerti bahwa fungsi pohon yang berada ditepi jalan, mereka tidak harus memotong namun cukup memotongi dahan yang dianggap membahayakan (ngrempesi). “Hal ini perlu ditindak lanjuti apalagi umur pohon itu sudah puluhan tahun, jangan-jangan ada indikasi tindakan oknum DPUBM yang nakal,”ungkapnya.

Mengingat saat ini harga kayu melambung tinggi, apalagi untuk jenis Sonokeling harganya diatas 40 juta lebih setiap meterkubiknya. Hal ini sangat membuka peluang untuk terjadinya tindakan oknum nakal dari dalam sendiri, apalagi memakai kendaraan dinas pasti masyarakat menganggap resmi.

Jika dilakukan pemotongan harus ada alasan yang kuat seperti kondisi pohon sudah mati, keropos, miring kejalan jika dibiarkan cukup membahayakan. Dinas juga harus memberi surat tugas pada pelaksana untuk menghindari adanya oknum nakal,” apalagi saat ini cukup marak pencurian kayu baik milik masyarakat maupun perhutani, apalagi milik DPUBM sangat mudah cukup pakai kendaraan dinas semua yang tahu akan diam,”tegas, Kusaeri.(*)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here