Dua Komisi DPRD Kabupaten Malang Prihatin Kondisi Kolam Renang Kanjuruhan

0
30
Anggota DPRD saat kunjungi kolam renang Kanjuruhan

KABUPATEN MALANG  |  Dua komisi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Malang, melakukan peninjauan akan kondisi kolam renang Kanjuruhan yang bertaraf Internasional. Tetapi sayang selama dua tahun terakhir kondisinya terkesan mangkrak, sehingga mengundang perhatian komisi 2 dan 4 DPRD kab Malang.

Padahal alokasi untuk pembangunan kolam renang tersebut menelan biaya sebesar Rp 10 milyart, yang berasal dari APBD kab malang selama 3 tahun. Namun sampai saat ini dua kolam renang outdoor masih belum bisa difungsikan karena alami kerusakan yang amat parah. “Kondisinya memang cukup memprihatinkan terutama yang ada diluar, sangat tidak terawat,” terang, Kusmantoro Widodo, ketua Komisi 2 DPRD kab malang, Rabu (26/6).

Secara langsung melihat kondisi yang ada DPRD mendesak agar proses pembangunan kolam renang Kanjuruhan, yang terkesan mangkrak agar segera diselesaikan oleh Pemkab Malang dalam hal ini Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK).  Jika kondisi ini terus berlanjut kondisinya akan semakin parah dan akan membutuhkan biaya banyak untuk pembenahan.

“Kami ingin pembangunan cepat selesai dan secepatnya pula bisa dimanfaatkan oleh pengelola,” kata, Kusmantoro.

Kalau melihat kondisinya sekarang ini, lanjut Kusmantoro, sangat tidak cocok kalau sudah mendapatkan sertifikasi Internasional, memang suatu kebanggan tersendiri mempunyai fasiliyas bertaraf internasional. “Tapi kalau tidak dilakukan perawatan justru sia-sia, karena sudah anggaran banyak untuk membuat tapi tidak ada hasilnya,” urainya

Sementara itu secara terpisah, Abdul Haris, Sektetaris Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Kab Malang, menegaskan jika kolam renang di areal Stadion Kanjuruhan masih berada pada wewenang Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kab Malang.

“Sampai hari ini masih belum diserah terimakan kepada Dispora, karena ada pompa air untuk filter sirkulasi air kolam in door yang rusak, dan banyak perbaikan lain yang masih harus dilakukan. Kami sendiri dari Dispora sudah merekomendasikan 12 perbaikan ke DPKPCK agar kolam renang tersebut bisa digunakan,”ujar Harris.

Menanggapi hal tersebut, Wahyu Hidayat, Kepala DPKPCK Kab Malang, mengaku bahwa kolam renang Kanjuruhan belum diserah terimakan ke Dispora. “Masih dalam proses serah terima, yang kami targetkan tahun ini sudah bisa dilakukan. Mengenai 12 rekomendasi Dispora, kami akan mengerjakannya secara bertahap, karena terbatasnya anggaran,”jelasnya.

Anggota DPRD saat kunjungi kolam renang Kanjuruhan

Menurutnya, dengan keterbatasan anggaran yang ada, maka pihaknya selama ini fokus menyelesaikan pembangunan kolam renang in door Kanjuruhan. “Anggaran kita memang terbatas, maka kita maksimalkan penyelesaian di kolam renang yang in door, agar segera bisa di selesaikan. Dan alhamdulillah sudah selesai, sehinga tahap berikutnya adalah penyelesaian dua kolam renang out door,”jelasnya.

Apakah ada kesalahan kontruksi, sehinga kolam renang in door tidak bisa segera digunakan?

“Tidak, tidak ada kesalahan kontruksi, kalau mesin pompa ada yang rusak, saya kira wajar dan bisa dilakukan perbaikan,”tukas Wahyu.

Untuk menyelesaikan dua kolam renang Kanjuruhan yang berada di sisi selatan dan timur, DPKPCK Kab Malang kembali mengajukan anggaran yang tergolong besar. “Karena kondisinya seperti itu, butuh anggaran besar untuk perbaikan, antara sepuluh sampai lima belas milyar rupiah,”pungkas Wahyu Hidayat.(*)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here