Rumah Pompa Gak Berijin Satpol PP Kabupaten Malang Pasang Papan Peringatan

0
25
Pemasangan papan peringatan di rumah pompa PDAM kota

KABUPATEN MALANG  |  Karena tidak memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dan ijin gangguan (HO), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab)Malang. Terpaksa memasang papan peringatan pada rumah pompa milik PDAM kota Malang pada hari Senin (8/7), yang berlokasi di Desa Mangliawan kecamatan Pakis kabupaten Malang.

Hal itu dilakukan karena rumah pompa pengusahaan air minum PDAM kota Malang, dianggap telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) nomer 1 tahun 2018 tentang IMB yang terkandung pada pasal 13 ayat 1 dan Perda nomer 12 tahun 2017 tentang Izin Gangguan terutama yang terkandung dalam pasal 3 ayat 1. “Atas pelanggaran dua Perda tersebut Pemkab Malang melakukan pemasangan papan peringatan,” terang,Ir. Didik Budi Muljono, Sekretaris Daerah Pemkab Malang, Senin (8/7).

Sekdakab Malang itu juga jelaskan, pemasangan yang dilakukan sudah sesuai prosedur, karena sebelumnya pihak PDAM juga sudah diundang sekali dan tidak bisa tunjukkan kedua perijinan tersebut. Hingga tiga kali dilakukan teguran dan tiga kali dilakukan peringatan sampai dengan batas waktu sesuai aturan yang berlaku tetapi masih juga tidak bisa menunjukkan surat IMB dan HO.

“Akhirnya kita bersurat pada PDAM bahwa pada hari Senin (8/7) akan dilakukan pemasangan papan peringatan pada rumah pompa tersebut,”kata, Didik.

Pemasangan akan dikawal langsung, lanjut Didik, oleh Kabid P3D Satpol PP karena sebagai OPD penegak Penegak Perda milik Pemkab Malang. Dengan dipasangnya papan peringatan tersebut merupakan salah satu bentuk teguran, pada PDAM kota Malang agar melengkapi perijinan pada lokasi usaha yang dilakukan.

Pemasangan papan peringatan di rumah pompa PDAM kota

Didik, juga ungkapkan bahwa PDAM kota sudah ada etikat baik, namun demikian perlu ada syarat-syarat lain yang belum ditindak lanjuti. Sedangkan saat ditanya apakah ada rencana penutupan? Melihat nanti situasi dan kondisi dilapangan bagaimana atas pemasangan papan tersebut, jawabnya.

Sementara itu secara terpisah, Moh.Normuklas, saat dihubungi melalui telepon selulernya menjelaskan, bahwa pihaknya saat ini sudah proses melakukan kepengurusan perijinan yang dipertanyakan tersebut. “Kami sudah melengkapi seluruh berkas persyaratan guna mengurus ijin tersebut sampai pengumpulan tanda tangan warga sekitar rumah pompa,”ungkapnya.

Jika sampai waktu yang ditentukan perijinan yang dimasukkan juga belim diproses, pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena pada dasarnya semua kepengurusan itu waktunya telah ditentukan oleh Perda setempat.” Kami tidak berprasangka buruk terhadap mereka, namun apa yang diminta kami sudah melakukan kepengurusan,” tegas, Muklas.(*)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here