Papan Peringatan Pada Rumah Pompa PDAM Kota, Pemkab Tidak Akan Mencabut

0
5
Unggul Nugroho, Wakil Ketua DPRD Kab Malang

KABUPATEN MALANG  |  Pelaksana Tugas Bupati Malang, Drs.H.M Sanusi M.M menegaskan bahwa pihak Pemkab Malang, tidak akan mencabut papan peringatan yang telah terpasang di rumah pompa PDAM Kota Malang yang berada di desa Mangliawan kecamatan Pakis kabupaten Malang. Hal itu diungkap Plt. Bupati seusai mengikuti sidang paripurna, terkait penyampai Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2019, Rabu (10/7).

Pada awak media, Drs. Hm. Sanusi, mengatakan justru dengan dipasangnya papan itu biar masyarakat tahu, kalau rumah pompa tersebut telah melanggar aturan dengan tidak melengkapi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Izin gangguan (HO). “Justru dengan adanya papan itu publik biar bisa tahu dan membaca kalau ada pelanggaran yang dilalukan oleh PDAM Kota Malang,” terang, Sanusi.

Karena yang dilakukan oleh Satpol PP dengan memasang peringatan tersebut sudah benar dan sesuai prosedur. Pasalnya saat mereka diundang dan dipertanyaan terkait kedua perijinan itu, mereka tidak bisa menunjukkan bukti- bukti yang diminta. Seharusnya setiap usaha iti dilengkapi perijinan dan t8dak melanggaran aturan yang berlaku pada daerah dimana mereka berusaha.

“Kita tidak akan mencabut papan itu memang Gubernur sempat telepon memeprtanyakan begitu kita jelaskan langaung paham serta tidak ada perintah pencabutan,” kata, Sanusi.

Kemungkinan informasi, lanjut Sanusi, yang masuk ke Gubernur keliru…karena saat telepon mempertanyakan penyegelan, Pemkab tidak melalukan penyegelan hanya nemasang papan peringatan dan itupun lokasinya ada diluar pagar rumah pompa PDAM kota Malang. “Kita tidak akan merebut itu, karena air adalah hajat hidup orang banyak. Pasokan dan pengambilan air PDAM Kota Malang dari Sumber Wendit tetap berjalan normal. Cuma kadang pihak kota agak berlebihan ke kami,” beber Plt. Bupati Malang.

Sementara itu menurut, Unggul Nugroho, wakil ketua DPRD Kab Malang, Langkah Pemkab Malang itu hanya sebagai terapi kejut pada PDAM Kota Malang, maupun Pemerintah Kota ( Pemkot) Malang,  “Saya mendukung langkah yang diambil Pemkab Malang dan memang seharusnya seperti itu yang dilakukan,” urainya.

Pasalnya sejak dulu pihak Kota tidak ada itikad baik, terbukti beberapa kali Bupati bersurat dan tidak di indahkan. Selama ini Pemkab Malang sudah bersabar, tapi mereka malah mengabaikan kesabaran ini dan terkesan tidak digubris. “Bahkan dalam pertemuan di Kemen PUPR beberapa waktu lalu, Pak Dirjen sampai marah-marah karena pihak Kota Malang tidak ada itikad untuk menyelesaikan masalah ini,”tegas, Unggul.(*)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here