Dishub Masih Belum Bisa Lakukan Pembenahan Traficklamp

0
20
Kondisi perempatan kepanjen

KABUPATEN MALANG  |  Minimnya anggaran yang dimiliki Dinas Perhubungan (Dishub) kab.Malang, berimbas tidak bisa dibenahinya tiga titik traficklamp yang alami kerusakan. Hal itu seperti yang diutarakan oleh Eka Hafi Lutfi, Kadishub kab Malang, Kamis (11/7).

Pada awak media, Hafi, menjelaskan bahwa saat ini ada tiga titik yang mengalami kerusakan, bahkan pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena keterbatasan anggaran yang dimiliki. “Bahkan pada tahun ini anggaran yang kami miliki dipotong Rp 10 m lebih dibanding tahun lalu,” terangnya.

Sehingga trafick yang ada di pertigaan Talangagung, Dau dan Perempatan Kepanjen masih belum bisa ditangani, karena setiap titiknya membutuhkan anggaran Rp 200 sampai Rp 400 juta setiap titiknya. Kerusakan pada traficklamp itu karena umurnya sudah lebih dari 15 tahun, padahal untuk trafick itu maksimal umurnya hanya 10 tahun.

“Pada tiga titik itu kita harus mengganti modulnya, yaitu berupa alat pengatur waktu pada trafick tersebut,”kata, Hafi

Apalagi dengan turunnya anggaran pada tahun ini, lanjut Hafi, semakin tidak berkutik untuk melakukan pembenahan, namun demikian tetap akan diupayakan untuk perbaikan traficklamp yang ada di perempatan Kepanjen. “Karena memang sudah sering masuk keluhan dari masyarakat terkait hal itu, disamping itu panjangnya antrian juga membahayakan pengguna Lalin jika sampai pada jalur kereta api,” urainya.

Padahal pihak Dishub sudah dua kali melakukan pembenahan pada traficklamp yang ada di perempatan Kepanjen, namun hanya berselang 3 sampai 4 kemudian kembali lagi mengacak dengan sendirinya.” Modul yang ada di trafick itu harus diganti, tidak bisa hanya dilakukan perbaikan saja,” papar, Hafi.

Secara terpisah, Abai Saleh, Camat Kepanjen juga menyanyangkan kerusakan traficklamp yang ada di perempatan Kepanjen, karena bisa membahaya pengguna jalan terutama yang dari arah timur antriannya bisa panjang sampai mendekati jalur kereta api. “Apalagi saat lampu hijau hanya 8 detik sementara merahnya selama 60 detik,”ungkapnya.

Senada dengan camat Kepanjen, Iptu. Yoyok Supandi, Kaposlantas Polsek Kepanjen, juga menyayangkan kerusakan trafick yang ada di perempatan Kepanjen, karena sebagai Ibukota kabupaten Malang seharusnya jangan sampai terjadi kemacetan lalulintas terutama yang berada didalam kota. Hal ini harus secepatnya dilakukan tindakan prefentif guna mencegah terjadinya kemacetan maupun kecelakaan Lalin yang diakibatkan rusaknya traficklamp.” Apalagi teknik berputarnya sudah tidak searah jarum jam tetapi terbalik, yang paling riskan tempo nyala hijaunya tidak sebanding dengan nyala merahnya,”tegas, Yoyok.(*)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here