Pelantikan 269 Kades Terpilih Diwarnai Demo Warga Pandesari Pujon

0
22
Saat pelantikan Kades, yang dilakukan oleh Plt. Bupati Drs. H.M. Sanusi MM. yang berlangsung dipendopo agung Pemkab Malang

KABUPATEN MALANG  |  Sebanyak 269 Kepala Desa (Kades) Terpilih hasil pelaksanaan Pilkades tahap 3 tanggal 30 Juni 2019, secara serentak dilakukan pelantikan yang dilakukan oleh Plt. Bupati Drs. H.M. Sanusi MM. yang berlangsung dipendopo agung Pemkab Malang pada hari Kamis (29/8).

Pelantikan berlangsung secara lancar dengan melakukan penandatanganan berita acara pelantikan, yang dilakukan secara simbolis diwakili oleh perwakilan agama. Meski dalam pelantikan tersebut ada dua orang Kades, yang sedang menjalani penahan atas kasus penyalagunaan DD/ADD.

Dua orang yang diindikasikan melakukan penyelewengan DD/ADD, saat ini sedang menjalani penahanan di LP Lowokwaru kota Malang. Mereka mengikuti pelantikan dilakukan pengawalan ketat oleh aparat kepolisian dengan bersenjatakan lengkap.

“Mereka tetap harus mengikuti pelantikan, karena mereka terpilih,” kata, Drs. Suwadji, Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kamis (29/8)

Mereka keluar untuk mengikuti pelantikan, lanjut Suwadji, dengan dilakukan penjaminan oleh keluarga terdekatnya, memang sebelumnya dilakukan pengajuan secara prosedural oleh Pemkab Malang. “Plt. Bupati bersurat pada Kejaksaan untuk memintakan ijin bagi mereka berdua,” lanjutnya.

Bahkan mantan Kabag Humas tersebut juga mengungkapkan, jika memang dari hasil penyidikan Tipikor mereka berdua dinyatakan bersalah. “Dilakukan pencopotan atas jabatan mereka sebagai Kades dan mereka harus menjalani hukuman sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegas, Suwadji.

Perlu diketahui Kades terpilih yang sedang menjalani tahanan atas kasus DD/ADD, yang dilakukan oleh penyidik Tipikor berasal dari Desa Druju kecamatan Sumber Manjing Wetan (Sumawe) atas nama Mujiono Desa dan Paimin Purwanto berasal dari Desa Tlogosari kecamatan Tirtoyudo.

Disamping itu saat pelaksanaan pelantikan diluar pendopo Pemkab Malang, sebanyak 250 orang warga desa Pandesari kecamatan Pujon melakukan aksi damai. Mereka menuntut keadilan atas Pilkades yang berlangsung saat itu, karena pelaksanaan pencoblosan dilakukan diruang tertutup, banyak hak pilih yang hilang dan yang lebih parah lagi saat penghitungan juga dilakukan diruang tertutup. “Saat penghitungan saksi terbatas Rt Rw tidak boleh ikut menyaksikan penghitungan,” ungkap, Kiswanto, Korlap aksi.(*)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here