HUT PMI 74 Terkesan Sederhana Tapi Cukup Meriah

0
9
Hj. Jajuk Rendra Kresna SE.MM. Ketua PMI kab Malang saat potong tumpeng pada hari jadi ke 74

KABUPATEN MALANG  |  Palang Merah Indonesia (PMI) kabupaten Malang dalam puncak acara memperingati hari jadinya yang ke 74 tahun, cukup sederhana namun berlangsung sangat meriah yang berlokasi dikantor PMI kabupaten Malang. Pasalnya dalam acara tersebut seluruh elemen relawan datang, mulai dari Sibat, Forum relawan PMI, KSR, PMR dan seluruh pengurus PMI tingkat kecamatan.

Bahkan dalam acara tersebut juga hadir sekretaris PMI Propinsi Jatim bapak Drs. Edi Purwinarto M.Si serta Muspika kecamatan Pakisaji kab. Malang, dalam sambutannya Hj. Jajuk Rendra Kresna SE.MM. ketua PMI kab Malang, sangat berterima kasih banyak atas partisipasi seluruh relawan untuk menghadiri HUT PMI yang ke 74 yang mengusung tema Kita Tangguh Indonesia Maju.

Jajuk menjelaskan bahwa tema teraebut memiliki makna yang cukup dalam, dimana sebagai relawan harus tangguh dalam melakukan tugas sosial. Karena tanpa didukung ketrampilan yang dimiliki para petugas atau relawan dalam melakukan tugas sosial kebencanaan. “Pengetahuan penanganan bencana sangat diperlukan oleh petugas atau relawan,” terang, Jajuk, Selasa (17/9)

“Maka dari itu dalam waktu dekat ini akan melakukan sekolah kebencanaan,  merupakan bekal utama bagi seluruh relawan,” kata, Jajuk.

Namun yang paling utama, lanjutnya, adalah membangun kesadaran kebencanaan pada seluruh elemen masyarakat bahkan pada dunia pendidikan, dengan tujuan menanamkan pengetahuan bagaimana mensikapi jika terjadi bencana guna meminimalisir korban. “Jika semua masyarakat memahami dalam mensikapi terjadinya bencana dapat dipastikan minim korban,” papar, Jajuk.

Sementara itu Sekretaris PMI Propinsi Drs. Edi Purwinarto M.Si dalam sambutannya, menjelaskan bagaiamana peran serta pemerintah terhadap PMI dengan adanya UU no 1 tahun 2018 tentang Palang Merah Indonesia (PMI). Jajaran Pemerintah mulai dari tingkat pusat hingga daerah harus membwrikan kucuran dana pada PMI diwilayahnya masing-masing, guna membantu operasional tugas sosial yang di emban PMI.

Namun demikian harus diimbangi dengan pembenahan dalam struktur organisasi PMI, juga rencana kegiatan yang bakal dilakukan sebagia acuan kucuran dana hibah dari pemerintah. “Alhamdullilah untuk PMai kabupaten Malang struktur organisasi serta rencana kegiatan sudah berjalan dengan baik,” ungkap, Edi.

Bahkan yang menjadikan keheranan bagi pengurus tingkat propinsi itu, struktur organisasi yang ada di tingkat bawah mulai dari kecamatan hingga desa tidak sepenuhnya mendapatkan anggaran dari PMI kabupaten Malang. “Mereka kebanyakan secara mandiri mendanai operasional dalam melakulan tugas relawan yang dilakukan, dengan hasil yang cukup memuaskan dalam menangani,” tegas, Edi.(*)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here