Ketua PMI Kabupaten Malang Harus Selesaikan Program Berat Tinggalan

0
10
Ketua PMI Kab Malang, Hj.Jajuk Rendra Kresna,Se,MM, saat pasang cincin emas pada pendonor ke 100

KABUPATEN MALANG  |  PMI Kabupaten Malang di tahun 2020 akan fokus menyelesaikan Pekerjaan Rumah (PR) yang belum rampung, dimana tugas berat itu meneruskan pembangunan RS PMI, serta mengembangkan sekolah kebencanaan, hal itu seperti yang disampaikan, Jajuk Rendra Kresna SE. MM. Ketua PMI Kab Malang, Hj.Jajuk Rendra Kresna,Se,MM seusai lakukan peringatan HUT PMI ke 74, Selasa (17/9)

Anggota DPRD Propinsi Jatim itu juga menjelaskan, bahwa semua tahu sampai dengan saat ini pembangunan RS PMI masih sebatas peletakan batu pertama, sekarang ini tahapannya masih proses tahapan kajian. Karena anggaran yang dibutuhkan untuk membangun itu cukup besar, maka akan dilakukan secara bertahap. “Semua itu tak lepas dari dukungan pemerintah daerah guna mewujudkan RS PMI tersebut,” terang, Jajuk.

Memang jika nantinya RS PMI itu berdiri dan dapat beroperasional dengan sempurna, tidak hanya PMI dan pemerintah kabupayen Malang yang mendapatkan nama baik tetapi seluruh masyarakat kabupaten malang secara umum. Pasalnya pembangunan yang bakal dilakukan itu sepenuhnya menggunakan anggaran murni PMI, oleh karena itu PMI kab Malang sangat mengharap dukungan Dana dan doa dari seluruh masyarakat kabupaten guna mewujudkan RS PMI.

“Harapan kami sangat besar masyarakat kabupaten Malang untuk ikut berpartisipasi dana guna pembangunan RS PMI, jika hal itu terwujud nantinya kabupaten Malang urutan kedua yang memiliki RS PMI,” kata, Jajuk.

Disamping itu PMI Kab Malang juga akan mengembangkan sekolah kebencanaan, karena hal itu sangat penting sebagai pendukung atau pengetahuan para petugas PMI atau Relawan. Apalagi kondisi geografis kab malang yang penuh dengan pegunungan dan lautan lepas. “Ditambah kabuoaten malang merupakan urutan kedua di Jatim dan urutan ke 9 Nasional dengan terjadinya bencana maka sekolah kebencanaan sangat mendesak,” tutur, Jajuk.

Dalam pengembangan sekolah atau pendidikan kebencanaan, PMI akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kab Malang, sebab sudah banyak relawan berupa KSR mulai dari tingkat SD sampai SMA yang sudah diberi pelatihan menjadi kader di sekolahnya. Bahkan ke depan PMI akan rutin melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, guna menciptakan masyarakat tanggap bencana sejak dari usia dini.

“Bahkan kita sudah berkerja sama dengan Jepang, ada empat desa yang menjadi pilot project desa tanggap dan tangguh bencana,” imbuhnya.

Jajuk Rendra Kresna SE. MM. Ketua PMI Kab Malang

Dalam acara peringatan Hari PMI ke 74, Ketua PMI Kab Malang menyematkan Cicin Emas pada Pendonor Darah ke 100 Kali tahun 2018. Ada lima orang pendonor yang mendapat penghargaan tersebut, yakni,Bambang Hari Dwi dan Masroni dari PT.Pindad Turen. Kemudian Satiman dan Siyono warga Kecamatan Tirtoyudo serta Royani dari Desa Sonowangu, Kecamatan Ampelgading, Kab Malang.(*)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here