Rumah Pengrajin Sangkar Burung Ludes Terbakar Akibat Konsleting

0
13
Rumah Jumari (62) sang pengusaha sangkar burung, yang beralamat di Jln. Wiro Sentanan Rt 03 Rw 01 Gedog Wetan kecamatan Turen Kab. Malang yang mengalami kebakaran

KABUPATEN MALANG  |  Hari Kamis (19/9) siang hari yang biasanya sepi itu mendadak gembar akibat rumah Jumari (62) sang pengusaha sangkar burung, yang beralamat di Jln. Wiro Sentanan Rt 03 Rw 01 Gedog Wetan kecamatan Turen Kab. Malang alami kebakaran. Dalam kebakaran tersebut mengakibatkan salah satu karyawan Jumari, yang bernama Anton (27) warga Desa Jambangan kecamatan Dampit mengalami luka bakar hingga 75%.

Pada awak media, Iptu. Soleh Mas’udi SH MH,  Kanit Reskrim Polsek Turen, kebakaran itu sendiri sekitar 11.25, berdasarkan keterangan saksi mata akibat dari konsleting mesin bor. Karena percikan api jatuh pada tinner sehingga api lanhsung membesar dan membakar tubuh korban, Puji (27) begitu mengetahui tubuh Anton terbakar dirinya berusaha untuk menolong. “Karena Puji panik justru dirinya menyenggol kaleng tinner dan tumpah yang membuat api semakin besar yang membakar tubuh Anton,” terang, Soleh, Kamis (19/9)

Dimana saat itu korban (anton) akan melakukan pengecatan pada sangkar burung dengan mengaduk tinner dan epoxy, sedangkan untuk mengaduk dirinya menggunakan mesin bor listrik. Hal itu aelalu dilakukan aetiap harinya oleh aemua pekerja dalam mengaduk campuran tinner dan epoxy, namun siang itu naas menimpa Anton karena bor tangan yang dipakai alami konsleting dan percikan api langsung masuk pada campur akibatnya api langsung membesar.

“Kejadian itu aekitar pukul 11.25 wib karena api langsung membesar dan membakar rumah usaha, kami langsung berkoordinasi dengan PMK,” kata, Soleh.

Pihak PMK langsung mendatangkan 3 unit mobil pemadam dan dibantu 1 unit mobil pemadam dari Pindad, sedangkan korban terbakar langsung dievakuasi ke Puskesmas dan langsung dirujuk ke RSSA kota Malang. “Karena lukanya mencapai 75% pihak Puskesmas langsung merujuk korban ke RSSA,” beber, Soleh Mas’udi.

Sementara itu berdasarkan, Agus Suyanto, Kasi Penanggulangan Kebakaran PMk kab Malang, pihaknya untuk memadamkan api, harus mengerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran. “Ada empat yang turun melakukan pemadaman, tiga dari PPBK Kabupaten Malang, dan satu dari PT.Pindad. Api baru bisa dipadamkan pukul 13.00,” jelas, Agus.

Selain kebakaran itu membawa korban luka bakar parah yang harus diderita Anton, kebakaran itu juga menimbulkan kerugian material yang harus ditanggung Jumari.

“Kalau kerugian material diperkirakan mencapai tiga ratus juta rupiah,”tegas, Agus.(*)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here