Beranda Malang Raya Kabupaten Malang Pengadilan Negeri Kepanjen Akhirnya Menangkan Warga Tegalrejo

Pengadilan Negeri Kepanjen Akhirnya Menangkan Warga Tegalrejo

0
40
Suasana sidang tuntutan warga desa Tegalrejo kec. Sumber Manjing Wetan kab. Malang terhadap PTPN XII Pancursari. Akhirnya dumenangkan oleh warga desa Tegalrejo, atas sengketa tanah

KABUPATEN MALANG  |  Pada sidang putusan dengan no perkara: 93/Pdt.6/2019/PNKpn, atas tuntutan warga desa Tegalrejo kec. Sumber Manjing Wetan kab. Malang terhadap PTPN XII Pancursari. Akhirnya dumenangkan oleh warga desa Tegalrejo, atas sengketa tanah tersebut.

Sidang putusan pada hari Kamis (31/10) dengan hakim ketua Ari Qurniawan,SH,MH, dan dua orang hakim anggota, mereka secara bergantian membacakan putusan. Pada putusan tersebut pihak PTPN XII Pancursari dianggap melawan hukum, karena menyerobot tanah milik Warga Desa Tegalrejo berdasarkan SHGU No.2 Tahun 2010. “Penguasaan tanah itu kurang oebih sekitar 45 tahun,” urai, Kusnadi, juru bicara warga, Kamis (31/10).

Padahal dalam SHGU No.2 Tahun 2010 tersebut ada sekitar 13 bidang milik warga yang sudah memiliki Surat Hak Milik (SHM), seperti SHM no 135 atas nama pak Ponidi, SHM no 316 milik pak Suliono, SHM no 197 milik pak Marsamin dan SHM no 284 milik ayah kandung pak Pairus. PN Kepanjen memenangkan tuntutan warga karena ada ketwntuan yang tidak dilalukan oleh PTPN, seperti pengukuran ulang atas luasan lahan. Padahal hal itu terkandung dalam SHGU namun PTPN tidak melakukannya, sehingga hal itu dipandang perbuatan yang melawan hukum hingga tanah warga yang sudah SHM ikut dikuasai.

“Warga sangat bersyukur atas putusan dari PN Kepanjen, mereka juga berharap agar tanahnya kembali sepenuhnya dan secepat diolah kembali,” kata, Kusnadi.

Jika memang pihak PTPN XII Pancursari merasa tidak puas dengan putusan PN Kepanjen, dan akan melakukan upaya hukum banding, warga Desa Tegalrejo, sudah mempersiapkan kemungkinan tersebut.

“Jika mereka (PTPN XII Pancursari-red) banding, kami siap. Ini tanah kami dan ada bukti kepemilikan sah yang diakui negara, maka kewajiban kami adalah mempertahankannya,” tegas Kusnadi.

Pihak PTPN XII Pancursari melalui kuasa hukumnya, Dr.H.Sunarno Edy Wibowo,SH,MHum, akhirnya mengakui jika tanah warga yang sesuai dengan SHM No,135, 284, 316 dan 197 diatas memang diluar lahan SHGU No 02 Tahun 2010 yang dikelola PTPN XII Pancursari.

“Empat sertipikat itu memang diluar SHGU,” kata Wibowo.

Sayangnya saat ditanya upaya hukum apa yang akan ditempuh pihak PTPN XII atas putusan PN Kepanjen berdasarkan Perkara Nomor : 93/Pdt.6/2019/PN Kpn, pengacara yang berkantor di Surabaya enggan berkomentar.(*)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here