BPJS Kesehatan Desember Tidak Cair RSUD Lawang Kolaps

0
13
RSUD Lawang

KABUPATEN MALANG  |  Sudah empat bulan sejak Juli hingga Oktober, klaim BPJS tidak terbayarkan untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lawang. Pada uang tersebut untuk operasional kegiatan setiap hari, karena klaim tidak cair boleh dikata saat ini dalam kondisi kritis, hal itu seperti yang diungkapkan oleh drg. Arbani Mukti Wibowo, Direktur RSUD Lawang, Kamis (14/11)

Pada awak media, Arbani, mengutarakan sebetulnya verifikasi untuk klaim pada Badan Penyelengara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dari RSUD Lawang sudah selesai semua selama empat bulan.

“Kami sudah ajukan klaim penagihan pada BPJS selama empat bulan sejak Juli 2019, kalau dihitung Tagihan kita sekitar Rp 10 M lebih, tuturnya.

Pasalnya kalau diakumulasi setiap bulannya pembiayaan perawatan yang dilakukan RSUD lawang, setiap bulannya mencapai angka Rp 2,5 milyart. Jika dihitung total selama 4 bulan ketemu angka 10 milyar lebih.

“Angka tersebut belum termasuk pengeluaran pada bulan berjalan ada sekitar 2 milyar, jadi semua tunggakan BPJS ada sekitar 13 milyar,” kata, Arbani.

Dengan belum terbayarkannya tagihan pada BPJS hingga empat bulan, sangat berimbas pada operasional RSUD Lawang. “Jelas sangat berpengaruh sekali, selama dua bulan dan memasuki tiga bulan, kita masih survive. Tapi kalau sampai bulan ini (November 2019) belum dibayarkan, untuk pengadaan obat kami sudah tidak bisa lagi. Kondisi operasional RSUD Lawang sekarang bisa dikatakan kolaps,”ungkap Arbani.

Hal senada juga diungkapkan oleh, Sumarno, Kabag keuangan RSUD Kanjuruhan Kepanjen, dengan belum terbayarnya klaim tagihan pada BPJS hampir mencapai angka 20 milyar. Juga sangat mengganggu kegiatan harian yang dilakukan oleh RSUD Kanjuruhan, dimana mereka harus menalangi dulu dengan biaya lain untuk pembelian obat, bayar listrik telepon serta biaya operasional lainnya.

Bahkan RSUD Kanjuruhan, agar bisa tetap survive untuk melakukan pelayanan selama empat bulan itu dengan meminjam uang Jasa para karyawannya (Remon). Hal itu dilakukan semata-mata untuk menutupi ketercukupan anggaran operasional.

Kedua RSUD milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang tidak mau hanya sekedar menunggu itikad baik BPJS Kesehatan untuk menyelesaikan piutangnya, pihak RSUD sedang menjajaki kemungkinan melibatkan dana talangan pihak ketiga yaitu dari perbankan melalui skema Supply Chain Financing (SCF). “Kita sedang berusaha ke arah sana, namun tampaknya terhambat dengan Perbub No 30 Tahun 2018 tentang pinjaman BLUD,”kata, Arbani

Permasalahan yang dihadapi dua RSUD milik Pemkab Malang itu juga menjadi perhatian DPRD, dalam hal ini Drs. Didik Gatot Subroto SH Mhum. “Permasalahan dengan BPJS tidak hanya di kabupaten Malang saja, tetapi kasus hal ini meeupakan kasus nasional,” paparnya.

DPRD berusaha akan mempertemukan kedua belah pihak, yang akan difasilitasi Komisi IV, agar permasalahan yang muncul segera terselesaikan. Jika hal ini dibiarkan terus berlanjut maka masyarakat yang akan dirugikan, padahal kesehatan saat ini merupakan program prioritas pemerintah.

Terkait niatan kedua RSUD akan melakukan terobosan dengan menggunakan dana talangan melalui skema SCF, mengingat kondisi yang sudah kritis di RSUD Lawang. Sedangkan untuk RSUD Kanjuruhan masih bisa berjalan hingga 2 bulan kedepan, jika memang regulasi tersebut bertabrakan dengan aturan maka peelu terobosan lain untuk pembiayaan operasional pada kedua RSUD tersebut.

Apakah dalam hal ini Bupati bisa melakukan diskresi dengan memberikan dana pinjaman melalui APBD, “Jika memang kondisinya gawat dan mengancam terhentinya pelayanan kesehatan pada masyarakat, maka bisa memberi pinjaman dana melalui APBD,” kata, Didik.

Bahkan Bupati melalui Dinkes bisa memberi pinjaman obat ke RSUD, dengan menggunakan Stok obat Dinkes yang selama ini belum dikeluarkan. “Namun hal itu perlu dilakukan pembicaraan terlebih dahulu dengan Dinkes, Inspektorat, dan BPKP, kami dari dewan melalui Komisi IV siap memfasilitasi,”tegas, Ketua DPC PDIP Kab Malang itu.(*)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here