Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pemkab Malang

0
6
Bupati Malng HM. Sanusi , saat menyerahkan bantuan

KABUPATEN MALANG  |  Peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang dilalukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, pada tahun ini sedikit beebeda dari tahun-tahun sebelumnya. Biasanya hanya melakukan tausyiah yang diikuti oleh Perangkat Organisasi Daerah (OPD) beserta stafnya, namun pada kali ini diikuti oleh masyarakat umum dan OPD.

Bahkan yang paling menarik adalah banyak menghadirkan tokoh agama yang ada di seluruh wilayah kab Malang, “Disamping memperingati maulid Nabi, kami juga melakukan kegiatan yang bertujuan untuk keselamatan kabupaten Malang mulai dari pemerintahanya sampai warganya,” terang, Trilambang Santoso, Kepala Bagian Bina Mental, Kamis (21/11).

Apalagi kab. Malang pada tahun depan akan melaksanakan kegiatan, yang melibatkan seluruh masyarakatnya. Sehingga perlu dilakukan kegiatan keagamaan yang arahnya meminta kebeekahan serta keselamatan. Agar kegiatan Pilkada pada tahun 2021 nanti berjalan sukses lancar aman dan tanpa ada halangan maupun permasalahan.

“Disamping peringatan maulid nabi kami juga menyerahkan 170 paket sembako, santunan pada 500 lebih anak yatim, juga Kemenag menyerahkan 300 sertifikat masjid mushola,” kata, Trilambang.

Disamping itu, lanjutnya, juga menyerahkan piagam penghargaan pada 2 masjid yang berprestasi, “Terkait teknik kepengurusan sertifikat itu pihak Kemenag yang lebih tahu,” papar, Trilambang.

Secara terpisah, Dr. Mustain M.Ag, Kakan Kemenag kab. Malang, menjelaskan bahwa pihaknya pada acara maulid Nabi Muhammad SAW yang berlokasi di Pendopo Panji Kepanjen. Kemenag menyerahkan sebanyak 287 bidang sertifikat masjid dan mushola, dari 300 bidang sertifikat yang dilakukan kepengurusan oleh pengelola masjid dan mushola.

Mustain, juga mengungkapkan, bahwa kepengurusan sertifikat bagi masjid dan mushola tidak ada biaya, karena hal itu sesuai dengan peraturan tentang Wakaf. “Kami kerjasama dengan BPN, pada tahun ini sejak Januari sampai Nopember ada 300 bidang,” ujarnya.

Perlu diketahui bahwa kepengurusan sertifikat bagi tempat ibadah, baik itu masjid, mushola, gereja, pure, wihara tidak dikenakan biaya. “Biaya nol rupiah kepengurusan sertifikat bagi tempat peribadatan,” tegas, Mustain.(*)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here