Kabupaten Malang Lahan Empuk Bagi Peredaran Rokok Ilegal

0
8
Operasi Bea Cukai dengan menyita rokok ilegal

KABUPATEN MALANG  |  Berdasarkan pantauan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Malang, wilayah kabupaten Malang masih tinggi kasus peredaran rokok ilegal. Hal itu pembuktian dengan dilakukannya operasi rokok ilegal oleh Bea dan Cukai, di dua kecamatan Poncokusumo dan Tirtoyudo pada hari Jumat (22/11) dengan memperoleh hasil sebanyak 22.996 bungkus atau 459. 920 batang.

Padahal wilayah kab. Malang terdiri dari 33 kecamatan, yang hampir semua lokasinya tidak jauh berbeda dengan kedua kecamatan yang telah dilakukan penggeledahan. Jika setiap kecamatan digeledah oleh bea cukai pastinya akan dipeeoleh angka yang cukup mencengangkan. “Tidak menutup kemungkinan setiap kecamatan yang ada dikabupayen akan dilakukan operasi, terutama kecamatan yang terpantau tinggi pelanggarannya,” terang, Rudy Hery Kurniawan, kepala kantor bea cukai Malang.

Pada operasi tersebut terpantau kerugian negara sebesar Rp 215.720.708,-, yang diakibatkan beredarnya rokok tanpa pota cukai (ilegal). Kalau melihat hasil operasi yang dilalukan bea cukai pada 2 toko dan 1 rumah di kec. Poncokusumo diperoleh angka yang begitu fantastik bagaimana kalau setiap toko dilakukan penggeledahan semua, demikian juga yang ada di kecamatan Tirtoyudo hanya pada 3 toko juga diperoleh rokok putihan sangat banyak.

“Memang untuk saat ini operasi penggeledahan rokok ilegal pada wilayah yang dilakukan, berdasarkan laporan masyarakat yang ditindak lanjuti petugas,” kata, Hery.

Tetapi pihaknya tidak hanya bergantung pada laporan masyarakat, lanjut Hery, guna mengurangi kerugian negara yang ditimbulkan dari peredaran rokok ilegal. Pihak bea cukai tetap akan laksanakan operasi diwilayah hukumnya, apalagi dengan sudah dicanangkannya Gerakan Gempur Rokok Ilegal. “Program itu terus akan kami tanamkan pada setiap karyawan bea cukai, guna mengurangi kerugian negara dengan mensita rokok ilegal yang beredar dimasyarakat,” papar, Hery.

Secara terpisah, Drs. H.M. Sanusi MM. bupati Malang, saat dihubungi matamedia.co.id sangat mendukung dengan apa yang dilakukan bea dan cukai malang, sebab dengan beredarnya rokok tanpa pita cukai sangat merugikan negara. “Belum lagi kesehatan warga kabupaten Malang yang diakibatkan rokok ilegal,” urainya.

Apalagi saat ini Pemkab Malang lagi getol- getolnya meningkatkan kesehatan masyarakat, dengan jiwa raga yang sehat perekonomian akan meningkat. Bahkan Pemkab Malang baru saja menerima penghargaan dibidang kesehatan yang diberikan oleh Menteri Kesehatan, hal itu membuktikan bahwa program peningkatan kesehatan bagi warga kabupaten sudah diakui oleh Pmerintah pusat. “Maka dari itu saya sangat mendukung operasi rokok ilegal yang dilakukan bea cukai, kalau perlu seluruh wilayah kabupaten disita semua eokok ilegal yang beredar,” tegas, Sanusi.(*)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here