Beranda Malang Raya Kabupaten Malang Bupati Siap Pecat ASN Nakal Apalagi Usaha Jatuhkan Temannya

Bupati Siap Pecat ASN Nakal Apalagi Usaha Jatuhkan Temannya

0
7
Salah satu peserta saat dilakukan penilaian

KABUPATEN MALANG  |  Drs. H.M. Sanusi MM. Berpesan agar Aparatur Sipil Negara (ASN) saling mendukung untuk menuju kesuksesan kinerjanya, hal itu seperti disampaikan saat pembukaan grand final ASN berprestasi yang berlokasi dipendopo Agung kab. Malang, Selasa (26/11).

Karena ASN itu harus saling kerjasama dengan temannya untuk mencapai hasil kinerja yang baik, tetapi tidak saling menjatuhkan hanya untuk mencari muka pada pimpinan. “Karena sebuah kesuksesan itu pasti hasil kerja bersama,” terang, Sanusi, dalam sambutan pembukaanya.

ASN dalam bekerja itu tidak bisa sendiri, sebab dalam sebuah kebijakan baik itu pada tingkat OPD atau pucuk pimpinan. Dalam mengimplementasikan harus saling mendukung, apakah itu antar ASN maupin antar OPD.

“Jika ada ASN yang berbuat seperti itu langsung laporkan, saya siap pecat pada ASN yang seperti itu,” kata, Sanusi.

Apalagi Pemkab Malang sudah terima penghargaan, lanjutnya, dari Kemendes atas prestasi yang dilakukan secara bersama untuk kebaikan. Dalam pembukaan grand final ASN berprestasi tersebut, berpesan agar setiap ASN selalu kerjasama dalam melakukan pekerjaan demi sukses yang diharapkan. “Disamping itu mereka juga bisa berkreasi maupun berinovasi,” papar, Sanusi.

Acara pemberian penghargaan pada ASN berprestasi ini, bertujuan untuk memotifasi setiap ASN dilingkungan Pemkab Malang. Agar mereka semua bekerja dengan sepenuh hati, dalam memberikan pelayanan pada masyarakat.

Perlu diketahui bahwa setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), semuanya mengirimkan perwakilannya untuk ikut serta dalam ajang ASN berprestasi. “Semuanya dilakukan seleksi oleh dewan juri dari internal dan eksternal,”ungkap, Nurman Ramdhansya, kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pemkab Malang.

Menurut, Nurman, pemberian penghargaan pada tahun ke 3 ini beda dengan dua tahun sebelumnya, dimana pada tahun ini tidak hanya ASN yang masuk dalam penilaian tetapi juga Pegawai Tidak Tetap (PTT)/ honorer juga dilakukan penilaian. “Tenaga kontrak juga ikut dinilai, karena mereka juga berperan serta dalam capaian sebuah kinerja,” urainya.

Dalam grand final kali ini ada 11 orang, yang dilakukan tes tahap akhir. Dimana dewan juri ada 5 orang, yang berasal dari praktisi, lingkungan hidup, pariwisata, “Setiap juri akan memberikan pertanyaan pada setiap grand final, lalu mereka akan memberikan nilai pada mereka,” tegas, Nurman.(*)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here