Beranda Hukum & Kriminal Puluhan Siswa SMPN 4 Kepanjen Diduga Dicabuli Guru BK 

Puluhan Siswa SMPN 4 Kepanjen Diduga Dicabuli Guru BK 

2
325

KABUPATEN MALANG  |  Guru adalah panutan siswa sesuai dengan pribahasa jawa ” digugu lan ditiru” ( dipercaya dan dicontoh), tetapi tidak dengan Chusnul Huda justru berbuat yang tidak semestinya pada puluhan siswanya. Huda merupakan guru honorer di SMPN 4 Kepanjen Kab Malang, diduga yang bersangkutan melakukan oral sex pada puluhan siswa laki-lakinya.

Memang kasusnya sendiri sudah terjadi sekitar setahun lalu tetapi baru terbongkar baru- baru ini, kasus tidak senonoh guru bimbingan Konseling (BK) Huda  berdasarkan sumber dilingkungan SMPN 4 Kepanjen. Guna ulah tidak senonohnya tidak terbongkar, puluhan siswa itu disumpah dengan menggunakan al,quran agar tidak membocorkan kasus yang dilakukan itu.

Dr. Rachmat Hardijono, Kepala Dinas Pendidikan Kab. Malang, tidak mengingkari terkait kasus yang terjadi pada puluhan siswa SMPN 4 Kepanjen, bahkan dirinya sudah memanggil Kasek setempat untuk dimintai keterangan. “Saya secara pribadi menyesalkan atas kejadian tersebut, apalagi yang bersangkutan merupakan guru BK,” terangnya, Selasa (3/12).

Bahkan untuk membatasi ruang gerak oknum guru cabul, Dindik Kab Malang sudah melakukan koordinasi ke lembaga sekolah di Kab Malang agar tidak menerima Huda sebagai pengajar. “Sudah kita beritahukan bahwa yang bersangkutan tidak boleh mengajar,”kata, Rachmat.

Saat ditanya terkait ijasah palsu milik Chusnul Huda yang berasal dari Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama), namun terkait pemalsuan ijasah yang dilakukan Huda Kadindik justru tidak mengetahui.  “Kami baru mendengar hal itu, tentu akan kami rapatkan, bila terbukti benar, maka pihak lembaga sekolah yang akan menuntut ke Polres Malang. Jangan sampai uang negara dikeluarkan untuk membayar oknum seperti ini,”jawab Rachmat.

Chusnul Huda, terduga pelku pelecehan sekx

Sementara itu dari penelusuran awak media ke Universitas Kanjuruhan (Unikama) Malang, menurut Kepala Biro Administrasi Akademik (BAA), Heri Santoso, Chusnul Huda dengan NIM: 086401010006 memang tercatat pada tahun 2006 sampai 2008 namun sempat aktif selama beberapa semester kuliah di Unikama. Apakah ini adalah oknum guru tersebut, pernah kuliah mengambil Diploma 2 (D2) PGSD. Kemudian melanjutan ke jenjang Strata 1 (S1) dengan prodi Bimbingan Konseling tahun 2008. “Tahun 2015 mahasiswa yang bersangkutan diatas dinyatakan keluar karena tidak aktif mengikuti perkuliahan. Karenanya jika ada Ijazah S1 dari Universitas Kanjuruhan Malang atas nama Chusnul Huda dengan NIM 086401010006 maka bisa dipastikan ijazah itu palsu,”tegas, Kepala BAA Unikama.

Berkaitan dengan kasus dugaan pencabulan yang terjadi di SMPN 4 Kepanjen, Polres Malang saat ini sedang melakukan penyelidikan. “Kejadiannya setahun yang lalu, dan belum ada laporan yang masuk ke UPPA (Unit Pelayanan Perempuan dan Anak -red) Polres Malang. Namun saat ini KBO dan petugas UPPA Polres Malang sedang berada di sekolah untuk melakukan penyelidikan,”terang Kanit PPA Polres Malang, Ipda.Yulistiana Sri Iriana.

Adanya dugaan tindakan pencabulan yang dilakukan oknum guru Huda, langsung menjadi perhatian Komisi IV DPRD Kab Malang.

“Tentu ini sangat memprihatinkan, kami dari Komisi IV DPRD Kabupaten Malang meminta agar pihak Polres Malang mengusut kasus ini, kalau terbukti benar, jangan sampai pelaku dibiarkan bebas. Kemudian untuk Dinas Pendidikan agar melakukan pendampingan kepada para korban, karena jelas ini sangat traumatis,”tuntut Ketua Komisi IV DPRD Kab Malang, M.Saiful Efendi.

Lebih jauh politisi Gerindra ini meminta kepada jajaran Pemkab Malang agar mengawasi seleksi penerimaan pegawai khususnya tenaga kontrak atau honorer.

“Dugaan pengunaan ijazah palsu ini kalau terbukti benar, jelas sangat memalukan. Bisa saja ini terjadi tidak hanya di Dinas Pendidikan, tapi di dinas lain juga terjadi. Meskipun sementara ini baru sebatas dugaan, hal ini harus menjadi kewaspadaan teman-teman Pemda. Mereka harus lebih ketat melakukan pengawasan,” tegas, Saiful.(*)

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here