Guna Capai Swasembada Susu Greenfields Indonesia Kembangkan Peternakannya

0
13
Gubernur Jatim Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si saat melakukan kunjungan ke PT. Greenfields Indonesia

KABUPATEN MALANG  |  Masih tingginya nilai import susu yang dilakukan Propinsi Jawa Timur (Jatim), yang mencapai 217 ribu ton setiap tahunnya guna memenuhi kebutuhan akan susu. Membuat Gubernur Jatim Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si melakukan kunjungan ke PT. Greenfields Indonesia, untuk melihat secara langsung produksi susu yang ada disana.

Berdasarkan perhitungan yang dilakukan guna memenuhi swasembada susu wilayah Jatim, untuk saat ini membutuhkan 30 ribu ekor sapi. Dimana setiap ekornya minimal menghasilkan susu sebanyak 20 liter/ hari, dengan begitu kebutuhan akan susu bisa terpenuhi dan tidak harus import lagi. “Hal ini juga dalam rangka mewujudkan arahan presiden yaitu kurangi impor tingkatkan ekspor,” terang, Khofifah, Kamis (5/12) seusai melihat peternakan greenfields.

Disamping untuk melihat secara langsung produksi susu greenfields indonesia, juga tindak lanjut dari kunjungan misi dagang yang dilakukan Gubernur Jatim ke Kalimantan Timur. Karena Ibu Kota Indonesia akan pindah kesana, maka saat proses pengerjaan proyek besar itu berjalan kebutuhan yang meningkat seknifikan  adalah makanan olahan dan minuman.

“Kalau melihat masih tingginya impor susu skala Jatim 217 ribu ton/ tahun dan nasional masih 80%, maka perlu maksimalkan budidaya sapi perah,” kata, Khofifah.

Dengan begitu perlu adanya pengembangan maksimal dan melihat titik- titik mana saja yang bisa dimaksimalkan, guna memenuhi susu Jatim dan kalau perlu diperluas se Indonesia. Sehingga masih sangat perlu adanya investasi besar, untuk meningkatkan pertumbuhan sapi perah guna menunjang kebutuhan usaha peternakan.

Gubernur Khofifah melihat peluang yang sangat terbuka lebar, maka pihaknya berkeinginan melakukan penguatan hubungan dagang dengan semua propinsi yang ada di Indonesia. Apalagi prediksi yang dilakukan Jatim pada festival ekonomi terakhir yang akan berlangsung di Surabaya, akan meningkatkan pendapatan dari 4,86 trilyun. “Seiring dengan berbagai expo ekonomi yang ada Surabaya nanti ternyata meetcingnya bisa capai 19,26 trilyun dengan memaksimalkan semua titik strategis,”papar, Khofifah.

Secara terpisah, Heru Setyo Prabowo, Head of Diary Farm Development Pt. Greenfields Indonesia, menjelaskan, pihaknya saat ini sedang mengembangkan wilayah peternakan yang ditangani, karena perusahan pengolahan susu yang berada di Desa Palakan saat ini masih menerima dua lokasi. “Memang tidak semua lokasi bisa dipakai, lokasinya harus memiliki kesejukan dengan suhu 15-22 derajat celcius ketinggian 1.000 meter diatas permukaan laut.

Maka dari itu greenfields sudah mengembamgkan diwilayah Blitar dengan luas lahan sekitar 125 ha, sedangkan yang ada di desa Balesari tidak kurang dari 45 ha. Dari dua lokasi tersebut jumlah ternak yang ditangani sebanyak 12.000 ekor, dengan produktifitas susu 43,5 juta liter setiap tahunnya. Dengan rencana pengembangan lokasi baru diharapkan produktifitas susu akan lebih meningkat guna memenuhi kebutuhan lokal dan ekspor. “Kalau dilihat lokasi yang memenuhi persyaratan masih banyak, baik itu diwilayah malang sendiri maupun diluar malang,” tegas, Heru.(*)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here