Dinsos Kirim Tiga ODGJ Pagak Ke RSJ Lawang

0
7
Saat evakuasi ODGJ

KABUPATEN MALANG  |  Dinas Sosial kab. Malang telah mengirim Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang berasal dari kecamatan Pagak kab. Malang pada hari Selasa (7/1), ODGJ yang telah dikirim ke RSJ dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang, sebanyak tiga orang yang berasal dari Desa Sempol dan Pandanrejo kecamatan Pagak.

Pengiriman ODGJ yang dilakukan oleh Dinsos itu atas laporan dari kecamatan Pagak, yang sebelumnya telah dilakukan pendataan pada yang bersangkutan. “Sebelum kami telah mendatangi pihak keluarga untuk memeriksakan yang bersangkutan ke Puskesmas, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Puskesmas perlu adanya penangan lebih lanjut,” terang, Hari Krispriyanto, Camat Pagak, Selasa (7/1).

Sebetulnya yang mengalami gangguan kejiwaan yang berasal dari kecamatan Pagak, yang dilakukan pemeriksaan sebanyak empat orang. Mereka adalah IYM (14), AFR (9) adik dari IYM dan Bb (25) yang berasal dari Desa Pandanrejo, sedangkan yang berasal dari Sempol atas nama Jdk (25) sebanyak tiga orang perlu adanya perawatan lebih lanjut ke RSJ sedangkan untuk AFR hanya rawat jalan yang ditangani UPT Puskesmas Sumber Manjing Kulon.

“Diketahuinya jika ada ODGJ itu berawal dari laporan warga bahwa ibu Sukimah warga desa Pandarejo sering disiksa oleh dua orang cucunya,” kata, Hari.

Dengan masuknya laporan tersebut, lanjut Hari, pihaknya langsung memerintahkan Trantibum dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan untuk melakukan pendataan dengan mendatangi rumahnya. “Mereka saat datang berkunjung serta saat melakukan pemeriksaan ke Puskesmas dengan didamping Perangkat Desa dan Kadesnya masing- masing,” papar, Hari.

Secara terpisah, Nurhasim, Kadis Sosial kab. Malang, saat melakukan pengiriman tiga ODGJ ke RSJ Lawang menjelaskan, pengiriman yang dilakukan atas dasar permintaan dari kecamatan Pagak. Namun sebelumnya pihak Dinsos sudah melakukan peninjauan kerumah ODGJ tersebut.

Memang dari tiga ODGJ tersebut yang sempat dilakukan perantaian oleh pihak keluarga hanya satu orang atas nama Jdk (25) yang berasal dari desa Sempol. Sedangkan yang dari desa Pandanrejo masih belum begitu mengkawatirkan, sehingga tidak dilakukan pengasingan. “Mereka dikirim ke RSJ Lawang untuk dilakuian perawatan lebih lanjut dengan biaya negara,”  tegas, Nurhasim.(*)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here