Jembatan Naleung kecamatan Julok Mulai Makan Korban”Minibus Rombongan Terperosok

  • Whatsapp
banner 728x90

Aceh Timur– Sebuah mobil minibus pengantar rombongan terperosok di Jembatan Naleung, penghubung dengan Simpang Lhee menuju ke Kecamatan Julok, kabupaten Aceh Timur. Kamis (24/03/22).

Jembatan sepanjang 100 meter dan Lebar 3 meter telah menjadi kekhawatiran masyarakat selama ini, sehingga hari ini terjadi musibah terperosok minibus pengantar rombongan. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 12.00 dini hari tadi. Dari data yang dihimpun, Terperosoknya minibus tersebut alhamdulillah tidak ada korban jiwa, hanya beberapa penumpang syok dan segera di evakuasi dan hanya minibus mengalami kerusakan. Ujar pak Nasir warga setempat.

Lanjutnya Nasir mengatakan Seharusnya pemerintah memberi perhatian khusus kondisi jembatan kami ini yang sudah tidak layak untuk dilalui, jangan kejadian ini terulang kembali. Jika tidak segera cepat ditangani,maka akses Pendidikan anak-anak sekolah terancam untuk memperoleh pendidikan dan begitu juga hasil petani tambak dan nelayan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari lainnya.

jembatan ini merupakan harapan besar kami, hal senada pernah di ungkapan febuari 2021 setahun yang lalu beberapa media dan pemerintah kecamatan,ungkap Pak Nasir begitu sapaan akrabnya.

Pak Nasir mengharapkan kepada pemerintah daerah dalam hal ini Dinas PUPR Aceh Timur selalu Eksekutif dan begitu juga Legeslatif untuk dapat meninjau langsung kondisi jembatan Gampong Naleung, *Pue kamoe aneuk tiri Aceh timur atau kamoe preh janji mameh 2024 wate karap pemilu, rugoe na Dewan DPRK dan DPRA Jiteupat Gampong Naleung wate Pemilu sagai*(Apa kami ini anak tiri di Aceh Timur atau kami menunggu janji manis 2024 saat pemilu,rugi ada anggota DPRA dan DPRK dan tahu Gampong ini saat waktu pemilu).ujarnya dengan nada kesal dan kecewa kepada pemerintah.

Beberapa warga yang sedang melintas kepada media mengatakan, hanya jembatan ini yang paling dekat menuju ke pasar kecamatan lebih kurang 3 Km dan alternatif lain kami harus melewati gampong Lhokseutang yang jarak antar 12 km sampai 15km dengan biaya yang lebih besar dan waktu, apalagi Anak-anak sekolah sungguh tidak mungkin.

Kondisi jembatan memang sudah miring dan tiang penyangga yang sudah keropos, namun hanya jembatan ini jadi harapan kami, ujar seorang warga dengan sepeda motor serta yang menjemput anak sekolah.(Dd).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.