Cilegon,- Matamedia.co.id,- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cilegon melayangkan kecaman keras terhadap pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Cilegon. Forum yang sejatinya menjadi ruang konsolidasi pemuda itu justru dinilai mencederai prinsip demokrasi partisipatif dan penuh praktik yang tidak transparan.
Dalam pernyataan resminya, Formatur HMI Cabang Cilegon, Tubagus Rizki Andika, menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap penyelenggaraan Musda yang dinilainya penuh dengan tindakan sewenang-wenang dan pengabaian terhadap unsur-unsur kepemudaan yang sah.
“Musda yang seharusnya menjadi ajang konsolidasi organisasi kepemudaan di Kota Cilegon justru diselenggarakan tanpa melibatkan secara utuh elemen pemuda yang sah dan aktif, termasuk organisasi-organisasi kepemudaan yang memiliki legitimasi historis dan konstitusional,” tegas Rizki, Jumat (22/8).
HMI menilai proses Musda berlangsung tertutup dan jauh dari prinsip transparansi, yang dinilai sebagai upaya sistematis untuk mengeliminasi suara-suara kritis dan independen di kalangan pemuda Kota Cilegon.
“Pelaksanaan yang tertutup ini mengarah pada pengkerdilan demokrasi pemuda. Kami mencium adanya indikasi kuat keterlibatan kekuatan penguasa lokal dalam proses Musda KNPI ini, yang berpotensi merusak tatanan kepemudaan dan memecah belah solidaritas antar organisasi,” lanjutnya.
Lebih jauh, Rizki menyebut bahwa intervensi politik dalam tubuh KNPI bukan sekadar pelanggaran etika organisasi, melainkan bentuk pengkhianatan terhadap semangat perjuangan pemuda sebagai kekuatan moral, intelektual, dan sosial bangsa.
Pernyataan HMI Cabang Cilegon ini menambah panjang deretan kritik dari berbagai elemen pemuda yang mulai gusar melihat arah gerak KNPI yang dinilai semakin menjauh dari marwah awalnya sebagai wadah representatif pemuda.
“Jika Musda diselenggarakan dengan cara-cara culas seperti ini, maka yang lahir bukan pemimpin pemuda, tetapi boneka kekuasaan,” pungkas Rizki.
HMI Cabang Cilegon menegaskan akan terus mengawal isu ini dan mengajak seluruh organisasi kepemudaan yang independen untuk bersatu menolak praktik-praktik yang mencoreng integritas gerakan pemuda di Kota Cilegon.