Peringati Millad Pertama, KESTI TTKKDH Ranting Bulakan Gelar Gembrung Budaya Bersama

  • Whatsapp
banner 728x90

Cilegon,- Kesenian Tari dan Silat Tjimande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir (KESTI TTKKDH) Ancab Ranting Kelurahan Bulakan, Kecamatan Cibeber menggelar Gembrung Budaya bersama para padepokan dan beberapa paguron Pancak silat yang ada di kecamatan Cibeber seperti TTKDH, IPSI, Bandrong serta padepokan paguron Jalak Banten Nusantara, yang digelar di lapangan Link Bentola Kelurahan Bulakan, Sabtu, 17/9/2022. Malam.

Acara tersebut juga di hadiri Ketua DPD KESTI TTKKDH Kota Cilegon Halusi, Ancab KESTI TTKKDH Cibeber Jumani, pembina Ancab ranting KESTI TTKKDH Cibeber Subhi, S.Ap , Ketua Ancab IPSI Kecamatan Cibeber Madroni, perwakilan Padepokan Bandrong Cibeber, serta para anggota paguron se- kecamatan Cibeber.

Menurut ketua Pelaksana Kegiatan Neful alam Ranting KESTI TTKKDH Bulakan mengatakan kegiatan Gembrung budaya tersebut untuk menyatukan serta merangkul para peguron dan padepokan yang ada di Kecamatan Cibeber.

“Kegiatan hari ini merupakan acara millad TTKKDH Ancab ranting Bulakan yang pertama dan dirangkai dengan gembrung budaya keliling bersama para peguron dan padepokan yang ada di kecamatan Cibeber,” katanya.

Menurutnya, dalam acara tersebut juga bertujuan untuk melestarikan seni budaya dari gempuran modernisasi zaman serta menjaring para bibit bibit para pecinta seni budaya pancak silat kepada kalangan anak anak dan remaja.

“Secara umum, ini untuk melestarikan budaya dari perkembangan zaman, penjaringan tidak hanya untuk anak-anak saja, namun ada juga remaja dan warga dari berbagai umur dan kalangan,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan dalam pertunjukan seni silat tersebut ada beberapa gerakan jurus yang tidak semua dipertontonlan di publik.

“Enggak semua kita pertontonkan (Gerakan Jurusnya-Red), hanya ada beberapa gerakan aja,” jelasnya.

Masih kata dia Gembrung Keliling dilakukan setiap bulan dengan menyasar kampung-kampung di Kecamatan Cibeber. “Kalau Gembrung Kelilingnya satu bulan sekali ke setiap perkampungan atau lingkungan, ini sudah berjalan tiga kali,” terang Alam.

Sementara itu di tempat yang sama, Ketua DPD KESTI TTKKDH Kota Cilegon Halusi Hambali mengungkapkan, pengembangan seni budaya pencak silat merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilakukan dan dilestarikan. Pasalnya, Kota Cilegon sendiri merupakan kota metropolitan yang gampang dimasuki budaya-budaya luar. “Seni budaya ini tanggung jawab kita bersama untuk menetralisir budaya luar akibat modernisasi zaman,” ujar Halusi Hambali, Ketua DPD KESTI TTKKDH Kota Cilegon.

Selain itu, Halusi Hambali menambahkan, ada yang spesial dalam silat TTKKDH dimana adanya tradisi penyucian diri yang digelar setiap tahunnya.”Hanya di KESTI TTKKDH yang punya ritual seperti ini. Makanya nanti Oktober TTKKDH Kota Cilegon mau mengadakan ritual keceran dalam rangka menarik simpati mengembangkan seni budaya,” imbuhnya.

Rencananya, ritual keceran akan dilaksanakan 1 Oktober 2022 mendatang di Gedung DPRD Kota Cilegon. Selain itu, KESTI TTKKDH Kota Cilegon juga bakal mengirimkan 1300 pesilat ke Istora Senayan, Jakarta, untuk mengikuti ritual keceran demi memecahkan Rekor Muri.

“Ritual keceran filosofinya lebih kepada menyucikan hati untuk membersihkan kotoran-kotoran,” tutupnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.